Liputan6.com, Jakarta Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Feyola Giselle Anamori sudah melangkah lebih jauh dari kebanyakan remaja seusianya. Siswi kelas 11 National High Jakarta School ini tak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga menggagas sebuah inisiatif sosial yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak jalanan di Jakarta.
Bersama empat rekannya, Feyola mendirikan Pathway to Potential, sebuah program pendidikan kewirausahaan yang bertujuan memberdayakan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Advertisement
Program ini resmi diluncurkan pada Januari 2025 dan dilaksanakan dengan bimbingan dari dua mentor, Ms. Yosuanela Maristya dan Mr. Didier Neonisa.
Bersama Dylan Michael Jaya, Chalisa Yingwattanathaworn, Catherine Olivia Santoso, dan Darren Tjaij, Feyola tak hanya merancang konsep, tetapi juga turun langsung mengajar dan berinteraksi dengan para peserta.
Memberdayakan Lewat Pendidikan Kewirausahaan
“We don’t wait for opportunities, we create them. We don’t just educate, we empower,” begitu motto yang diusung tim Pathway to Potential. Dengan semangat ini, Feyola dan rekan-rekannya merancang workshop interaktif yang memberikan pelatihan keterampilan bisnis praktis kepada anak-anak setingkat SMP dan SMA yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal.
“Kami mengemas program ini dalam bentuk workshop dengan tujuan memberikan keterampilan praktis kewirausahaan kepada anak-anak yang kurang mampu dan tidak bisa memiliki akses ke pendidikan formal,” jelas Feyola, yang juga terlibat langsung sebagai fasilitator.
Dalam pelaksanaan perdananya, tim Pathway to Potential bekerja sama dengan Yayasan RK di Cipinang, Jakarta Timur. Di sini, para peserta dikenalkan pada berbagai aspek bisnis, mulai dari mengelola stall pop-up, menjual barang-barang daur ulang yang dikreasikan menjadi kartu pos, tas, hingga stiker, sampai memahami cara menetapkan harga, melakukan transaksi penjualan, dan mengelola stok.
“Kami memberikan pengalaman langsung dalam manajemen bisnis, yang memungkinkan anak-anak untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pengusaha,” tutur Feyola.
Metode Pengajaran Kreatif dan Menyenangkan
Berbeda dari metode pengajaran konvensional, Pathway to Potential menekankan pendekatan yang lebih kreatif dan aplikatif. Feyola menjelaskan bahwa anak-anak jalanan sering kali memiliki tantangan tersendiri dalam hal fokus dan motivasi belajar, sehingga program ini dirancang agar mereka tetap tertarik dan terlibat aktif.