Perang Tarif AS vs China, Pemerintah Indonesia Dihadapkan pada Tantangan Besar

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 16 April 2025, 17:05 WIB
Perang Tarif AS vs China, Pemerintah Indonesia Dihadapkan pada Tantangan Besar
Seorang pekerja mengatur gulungan benang untuk alat tenun di pabrik Trisula Textile Industries di Cimahi, Jawa Barat pada 15 April 2025. Tekstil hasil produk dari pabrik ini untuk memasok pasar lokal dan mancanegara seperti negara-negara di benua Amerika, Asia, Australia, Afrika, dan Eropa. Sebelumnya, perang tarif Amerika Serikat diprediksi bakal berdampak signifikan pada lima sektor pekerjaan di Indonesia, terutama industri tekstil dan garmen, perikanan, padat karya, logistik, dan otomotif. Pemerintah juga diminta mencari solusi untuk melindungi para pekerja yang terdampak. Langkah-langkah strategis perlu segera diambil untuk mengurangi dampak negatif dan mencari pasar alternatif ekspor bagi produk-produk Indonesia.
Seorang pekerja mengatur gulungan benang untuk alat tenun di pabrik Trisula Textile Industries di Cimahi, Jawa Barat pada 15 April 2025. (TIMUR MATAHARI/AFP)
Tekstil hasil produk dari pabrik ini untuk memasok pasar lokal dan mancanegara seperti negara-negara di benua Amerika, Asia, Australia, Afrika, dan Eropa. (TIMUR MATAHARI/AFP)
Sebelumnya, perang tarif Amerika Serikat diprediksi bakal berdampak signifikan pada lima sektor pekerjaan di Indonesia, terutama industri tekstil dan garmen, perikanan, padat karya, logistik, dan otomotif. (TIMUR MATAHARI/AFP)
Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk mengurangi dampak negatif perang tarif ini. (TIMUR MATAHARI/AFP)
Pemerintah juga diminta mencari solusi untuk melindungi para pekerja yang terdampak. (TIMUR MATAHARI/AFP)
Langkah-langkah strategis perlu segera diambil untuk mengurangi dampak negatif dan mencari pasar alternatif ekspor bagi produk-produk Indonesia. (TIMUR MATAHARI/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya