Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menepati janjinya maju dalam Konvensi Partai Beringin yang akan memilih calon presiden. Dengan didampingi seluruh anggota keluarga, terpidana tiga tahun penjara itu menyerahkan formulir pendaftaran kepada Panitia Konvensi di Jakarta, Kamis (7/8). Ketika menyampaikan sambutan, Akbar Tandjung sempat tak kuasa menahan emosi. Dengan terbata-bata ia mengatakan, istri dan kedua putrinya hadir untuk memberi dukungan. Bekas Menteri Sekretaris Negara itu turut bertarung meski putusan kasasinya di Mahkamah Agung belum mendapat jawaban [baca: Putusan Kasasi Akbar Tandjung Terhambat Masalah Teknis].
Sementara kandidat lainnya, Surya paloh, yakin mendapatkan dukungan banyak pihak. Bos Koran Media Indonesia ini berpendapat, pencalonan Akbar bukan hal yang perlu ditakuti. Dengan dukungan 29 dewan pimpinan daerah, Surya yakin dapat mengalahkan capres yang lain. "Dengan ketetapan hati dan kesiapan mental, saya menyerahkan kelengkapan persyaratan konvensi," kata dia.
Hingga hari terakhir pendaftaran kemarin, 19 orang telah mengembalikan formulir. Sedangkan enam orang lainnya mengundurkan diri. Seluruh capres yang telah terdaftar selanjutnya akan menjalani verifikasi kelengkapan persyaratan pada 1 hingga 19 Agustus. Untuk bisa mengikuti konvensi hingga akhir, setiap calon harus mendapat dukungan minimal lima DPD.
Capres lainnya, Setiawan Djodi, berharap panitia konvensi belajar dari hasil jajak pendapat dan riset lembaga independen tentang sosok kepala negara yang cocok bagi Indonesia. Panitia konvensi juga harus tetap terbuka saat menilai dan mengevaluasi para kandidat. "Kalau pun saya ikut, saya akan membantu masyarakat dan tokoh-tokoh partai di luar Golkar agar mendapat jaminan konvensi ini jujur dan transparan," kata Djodi.
Djodi yang didukung Persatuan Guru Republik Indonesia ini tetap bersemangat mengikuti konvensi, meski capres lainnya seperti Nurcholish Madjid dan Agum Gumelar menyatakan mundur dari pencalonan [baca: Wiranto Maju, Agum Gumelar Mundur dari Konvensi]. Pengusaha tanker minyak ini berpendapat, para capres erasa kalah terhormat bila penilaian dan evaluasi yang dilaksanakan berjalan dengan terbuka.(COK/Tim Liputan 6 SCTV)
Sementara kandidat lainnya, Surya paloh, yakin mendapatkan dukungan banyak pihak. Bos Koran Media Indonesia ini berpendapat, pencalonan Akbar bukan hal yang perlu ditakuti. Dengan dukungan 29 dewan pimpinan daerah, Surya yakin dapat mengalahkan capres yang lain. "Dengan ketetapan hati dan kesiapan mental, saya menyerahkan kelengkapan persyaratan konvensi," kata dia.
Hingga hari terakhir pendaftaran kemarin, 19 orang telah mengembalikan formulir. Sedangkan enam orang lainnya mengundurkan diri. Seluruh capres yang telah terdaftar selanjutnya akan menjalani verifikasi kelengkapan persyaratan pada 1 hingga 19 Agustus. Untuk bisa mengikuti konvensi hingga akhir, setiap calon harus mendapat dukungan minimal lima DPD.
Capres lainnya, Setiawan Djodi, berharap panitia konvensi belajar dari hasil jajak pendapat dan riset lembaga independen tentang sosok kepala negara yang cocok bagi Indonesia. Panitia konvensi juga harus tetap terbuka saat menilai dan mengevaluasi para kandidat. "Kalau pun saya ikut, saya akan membantu masyarakat dan tokoh-tokoh partai di luar Golkar agar mendapat jaminan konvensi ini jujur dan transparan," kata Djodi.
Djodi yang didukung Persatuan Guru Republik Indonesia ini tetap bersemangat mengikuti konvensi, meski capres lainnya seperti Nurcholish Madjid dan Agum Gumelar menyatakan mundur dari pencalonan [baca: Wiranto Maju, Agum Gumelar Mundur dari Konvensi]. Pengusaha tanker minyak ini berpendapat, para capres erasa kalah terhormat bila penilaian dan evaluasi yang dilaksanakan berjalan dengan terbuka.(COK/Tim Liputan 6 SCTV)