Liputan6.com, Jakarta- IBL akhirnya mengumumkan pemain-pemain yang lolos bermain di IBL All-Star 2025 yang rencananya akan digelar 3 Mei mendatang di Mahaka Arena, Kelapa Gading, Jakarta. Format IBL All-Star tahun ini berubah drastis dibanding sebelum-sebelumnya.
Liga mencoba menghadirkan keseruan yang lebih kompleks dengan tajuk "BRIGHTER FUTURE". Akan ada dua pertandingan All-Star yang berlangsung 3 Mei nanti yakni Indonesia Stars Vs. Foreign Stars, dan Team Merah dan Team Putih.
Advertisement
Komposisi tim Indonesia Stars terdiri dari 12 pemain lokal dan heritage/naturalisasi dengan suara terbanyak, dipimpin oleh pelatih lokal dengan vote tertinggi. Sedangkan untuk Foreign Stars berisi 12 pemain asing teratas berdasarkan voting, dipimpin oleh pelatih asing dengan vote tertinggi.
Sementara untuk Team Merah dan Team Putih diisi oleh pemain lokal dan heritage/naturalisasi peringkat 13–36 hasil voting. Tiap tim berisi 4 guard, 4 forward, 2 center lokal, dan 2 heritage/naturalisasi. Tim Merah akan dipimpin oleh pelatih lokal peringkat 2, dan Tim Putih oleh pelatih peringkat 3, dengan kapten dari pemain dengan hasil suara tertinggi dan penampilan All-Star terbanyak.
Draft pemain akan dilakukan Live di IBL TV pada 12 April 2025, pukul 20.00 WIB.
Untuk guard lokal, Abraham Damar Grahita dari Satria Muda Pertamina meraih suara terbanyak dengan 5.531 suara. Abraham akan ditemani Yudha Saputera (Prawira Bandung), Muhamad Arighi (Pelita Jaya) dan Diftha Pratama (Hangtuah Jakarta).
Diftha menyodok di saat terakhir untuk mengamankan satu tempat sebagai pemain guard. Sebelumnya Yesaya Saudale yang sempat berada di empat besar pada pengumuman sementara hasl IBL All-Star 2025.
Persaingan Sengit Pemain Asing
Untuk posisi forward, tiga pemain yang menempati peringkat teratas adalah Brandon Van Dorn Jawato (Pelita Jaya/4.127 suara), Avan Seputra (Satria Muda/2.852 suara), dan Kaleb Ramot Gemilang (Dewa United Banten/2.522 suara).
Kemudian di posisi center, dua pemain yang ada di peringkat teratas ialah Pandu Wiguna (Prawira/3.626 suara) dan Vincent Rivaldi Kosasih (Pelita Jaya/3.542 suara). Mereka berdua mengungguli M. Rizky Ari Daffa (2.622 suara), Ponsianus Nyoman Indrawan (2.508 suara), Putu J. Satria Pande (1.609 suara), Galank Gunawan (1.582 suara), Yonatan (1.554 suara), dan Argus Sanyudy (1.237 suara).