Absen Lama Akibat Cedera, Anthony Sinisuka Ginting Bakal Turun Peringkat

Pemain bulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting mengalami cedera bahu dan harus absen di beberapa turnamen, termasuk All England 2025, sehingga peringkat dunianya terancam turun.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 26 Maret 2025, 22:21 WIB
Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting langsung tersingkir pada babak 32 besar Denmark Open 2024. Ginting kalah dari pemain Jepang Kenta Nishimoto lewat rubber game 12-21, 21-15, dan 20-22 di Jyske Bank Arena, Rabu (16/10). (foto: PP PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus menepi dari lapangan pertandingan akibat cedera. Lahir di Cimahi, 20 Oktober 1996, atlet berdarah Karo ini mengalami cedera tulang rawan dan peradangan otot di bahu kanan. Cedera tersebut dideritanya saat menjalani persiapan menuju Olimpiade Paris 2024.

Hal ini memaksanya untuk absen di sejumlah turnamen bergengsi, termasuk All England 2025 dan Kejuaraan Asia 2025. Perjalanan kariernya yang gemilang, dimulai sejak TK di bawah bimbingan sang ayah, Edison Ginting, kini dihadapkan pada tantangan besar.

Anthony Ginting, yang bergabung dengan PB SGS PLN di Bandung dan membela tim nasional Indonesia sejak usia 16 tahun, telah menorehkan prestasi membanggakan. Medali perunggu di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2014, emas beregu putra SEA Games 2015 dan 2019, perunggu Asian Games 2018, dan perunggu Olimpiade Tokyo 2020 menjadi bukti kualitasnya. Prestasi puncaknya adalah menjadi juara Thomas Cup 2020. Namun, cedera yang dialaminya saat ini menjadi pukulan telak bagi kariernya.

Cedera bahu Ginting memaksanya untuk menjalani program pemulihan yang diperkirakan memakan waktu minimal tiga bulan. Kondisi ini otomatis membuat peringkat dunianya tertahan di peringkat 24.

Kekhawatiran akan penurunan peringkat semakin besar karena absennya di beberapa turnamen penting. PBSI pun telah mengajukan penangguhan peringkat dunia untuk Anthony Sinisuka Ginting, berharap agar ia tidak kehilangan poin krusial yang dapat mempengaruhi posisinya di ranking dunia.


Cedera dan Dampaknya pada Karier Ginting

Pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berusaha mengembalikan bola saat menghadapi wakil Prancis, Toma Junior Popov pada laga terakhir Grup H nomor tunggal putra cabor bulutangkis Olimpiade Paris 2024 di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Rabu (31/7/2024). Anthony Sinisuka Ginting kalah rubber-game 19-21, 21-17 dan 15-21. (Dok. NOC Indonesia/Naif Muhammad Al'as)

Cedera yang dialami Ginting merupakan tantangan besar bagi atlet berusia 29 tahun ini. Ia terakhir kali bertanding di Malaysia Terbuka 2025 sebelum cedera memaksanya untuk istirahat. Absennya di turnamen-turnamen besar seperti All England dan Kejuaraan Asia tentu akan berdampak signifikan terhadap poin ranking dunianya. Proses pemulihan yang memakan waktu tiga bulan juga berarti Ginting harus melewatkan kesempatan untuk mengumpulkan poin.

PBSI, sebagai induk organisasi bulu tangkis Indonesia, berupaya maksimal untuk mendukung pemulihan Ginting. Pengajuan penangguhan peringkat dunia menunjukkan komitmen mereka untuk membantu atlet andalan Indonesia ini. Namun, tetap saja, cedera ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kondisi fisik bagi atlet profesional.

Lanjut Baca:

Meskipun menghadapi tantangan, Ginting tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi. Ia fokus pada pemulihan dan berharap dapat kembali ke lapangan dengan kondisi terbaik. Dukungan dari keluarga, tim pelatih, dan penggemar menjadi kekuatan bagi Ginting untuk melewati masa sulit ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya