Ayam Panggang Khas Klaten, Olahan Lezat Warisan Nenek Moyang Rendah Kolesterol

Proses pengelolahan ayam panggang khas Klaten ini cukup unik, karena dimasak dengan menggunakan gerabah dari tanah liat dan ditaburi bumbu rempah-rempah. Kuline

oleh Marifka Wahyu HidayatDiperbarui 26 Maret 2025, 20:18 WIB
Ilustrasi ayam panggang khas Klaten. Foto: Istimewa

Liputan6.com, Klaten - Klaten tak hanya dikenal dengan destinasi wisatanya, namun juga menyimpan segudang kuliner lezat, salah satunya adalah

ayam panggang. Proses pengelolahan ayam panggang khas Klaten ini cukup unik, karena dimasak dengan menggunakan gerabah dari tanah liat dan ditaburi bumbu rempah-rempah.

Kuliner yang satu ini, juga dikenal ramah bagi penderita kolesterol karena tidak menggunakan santan dan minyak. Untuk dapat menikmatinya, wisawatan dapat mengunjungi Warung Ayam Panggang Mbah Dinem yang terletak di Jalan Andalas, Kecamatan Klaten Tengah.

Muhammad Yahya, selaku pemilik mengatakan kelezatan ayam panggang olahannya terletak pada pemilihan ayam kampung dtaburi dengan 18 jenis bumbu, termasuk lengkuas, jahe dan kemiri. Bahkan prosesnya peracikannya berlangsung tanpa pengukusan, penggorengan ataupun perebusan.

Bumbu khas warisan Mbah Dinem tersebut dioleskan ke daging ayam hingga meresap dan dipanggang sekitar 10 hingga 15 menit menggunakan gerabah. Ia juga menjamin bahan yang digunakan alami dan tidak ada penyedap rasa kimia atau vetsin sehingga menjaga kelezatan kuliner tersebut.

“Kami tidak menggunakan vetsin, santan dan minyak goreng. Sehingga aman untuk orang-orang yang perlu menjaga kesehatan,” ujar Muhammad Yahya, Rabu (26/3/2025).

Dalam proses penyajiannya, terdapat ayam panggang, nasi, lalapan, sambal bawang dan menu lalapan. Bahkan saat pertama kali mencicipinya, lidah akan dikejutkan dengan rasa gurih dan lezat yang bersatu padu dengan sempurna di dalam mulut.

Hal ini dikarenakan selama proses pemanggangan, ayam tidak tersentuh api sama sekali sehingga teksturnya terjaga, dan aromanya istimewa. Uniknya, untuk mendapatkan tekstur yang sempurna, daging tidak digoreng maupun dikukus tetapi bergantung pada proses pemanggangan sepenuhnya.

Bahkan untuk memudahkan para pengunjung dari luar kota, Muhammad Yahya juga menyiapkan menu oleh-oleh dari wilayah yang berjuluk kota seribu candi ini. Untuk harga ayam panggang ukuran utuh dibanderol dengan harga Rp 130 ribu dan tahan hingga 2 hari.

“Ayam panggang adalah masakan khas Klaten. Kami mengemasnya dalam bentuk oleh-oleh. Bisa dibawa ke kota asal, maupun saat mengunjungi keluarga di Klaten,” tambahnya.

Muhammad Yahya lebih lanjut menerangkan, Mbah Dinem sengaja mewariskan cara memasak menggunakan gerabah kepada anak dan cucunya, agar memiliki ciri khas tersendiri. Gerabah tersebut diproduksi oleh warga lokal Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Ia juga menyembut, banyak tokoh-tokoh yang pernah menyambangi warungnya tersebut antara lain, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai DPP Golkar Bahlil Lahadalia, Mantan Menteri Dalam Negeri almarhum Tjahjo Kumolo, dan Dalang Ki Anom Suroto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya