Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Raja Ampat dan Kapolres Sorong, Papua, dicopot dari jabatannya. Pencopotan itu diduga terkait kasus rekening gendut Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Labora Sitorus yang sudah ditetapkan polisi tersangka kasus BBM dan illegal logging, serta tindak pidana pencucian uang.
Informasi yang dihimpun Liputan 6 SCTV di Papua, Senin (27/5/2013), Kapolres Raja Ampat AKBP Taufik Irpan yang merupakan atasan langsung Aiptu Labora dimutasi ke Polda Papua. Ia digantikan AKBP Bartholomeus Meison Sagala.
Sedangkan Kapolres Sorong Kota, AKBP Gatot Aris Purbaya digantikan Harry Goldenhardt. Pencopotan itu diduga Gatot ikut membekingi tersangka Aiptu Labora dalam mengendalikan kegiatan usaha ilegal di Kota Sorong.
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan pergantian itu merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Namun, ia tidak memungkiri pergantian Kapolres Raja Ampat dan Kapolres Sorong itu ada kaitannya dengan kasus Aiptu Labora Sitorus.
Nama Aiptu Labora Sitorus mendadak terkenal setelah diketahui memiliki uang ratusan miliar rupiah di puluhan rekeningnya. Tidak hanya itu, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan transaksi keuangan hingga Rp 1,5 triliun di rekening Aiptu Labora dalam kurun waktu 5 tahun. (Adi/*)
Informasi yang dihimpun Liputan 6 SCTV di Papua, Senin (27/5/2013), Kapolres Raja Ampat AKBP Taufik Irpan yang merupakan atasan langsung Aiptu Labora dimutasi ke Polda Papua. Ia digantikan AKBP Bartholomeus Meison Sagala.
Sedangkan Kapolres Sorong Kota, AKBP Gatot Aris Purbaya digantikan Harry Goldenhardt. Pencopotan itu diduga Gatot ikut membekingi tersangka Aiptu Labora dalam mengendalikan kegiatan usaha ilegal di Kota Sorong.
Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan pergantian itu merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Namun, ia tidak memungkiri pergantian Kapolres Raja Ampat dan Kapolres Sorong itu ada kaitannya dengan kasus Aiptu Labora Sitorus.
Nama Aiptu Labora Sitorus mendadak terkenal setelah diketahui memiliki uang ratusan miliar rupiah di puluhan rekeningnya. Tidak hanya itu, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan transaksi keuangan hingga Rp 1,5 triliun di rekening Aiptu Labora dalam kurun waktu 5 tahun. (Adi/*)