Conor McGregor Maju Pilpres Irlandia: Tantangan Besar di Tengah Kontroversi

Mantan petarung UFC Conor McGregor secara mengejutkan mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden Irlandia, menentang Pakta Migrasi Uni Eropa dan menghadapi tantangan hukum yang pelik.

oleh ThomasDiterbitkan 23 Maret 2025, 23:00 WIB
Conor McGregor. (AFP/Harry How)

Liputan6.com, Jakarta- Conor McGregor, mantan bintang UFC yang kontroversial, membuat pengumuman mengejutkan dengan mencalonkan diri sebagai Presiden Irlandia dalam pemilihan mendatang. Pengumuman ini disampaikan beberapa hari setelah pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Hari St. Patrick.

Motivasi utama McGregor adalah penentangannya terhadap Pakta Migrasi Uni Eropa yang baru, yang menurutnya mengabaikan suara rakyat Irlandia. Ia berjanji akan mengadakan referendum untuk menentukan sikap Irlandia terhadap pakta tersebut jika terpilih.

Langkah McGregor ini langsung memicu reaksi beragam. Ia mengkritik keras kebijakan imigrasi pemerintah Irlandia, menyebutnya tidak bertanggung jawab dan tidak bertindak. Pernyataan ini mendapat kecaman dari Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin, yang menyatakan bahwa pandangan McGregor tidak mewakili semangat Hari St. Patrick atau mayoritas rakyat Irlandia. Kontroversi ini semakin memperumit peluang McGregor dalam pertarungan politik yang berat ini.

Pencalonan McGregor bukan tanpa tantangan. Sejak tahun 2022, ia telah menjadi tokoh yang sangat kontroversial di Irlandia karena secara terbuka mendukung protes anti-imigrasi dan menyebarkan sentimen serupa di media sosial.

Beberapa politisi menuduhnya memperkeruh suasana dan mempolarisasi opini publik. Selain itu, ia juga menghadapi tantangan hukum yang serius, termasuk putusan pengadilan tahun lalu yang menyatakannya bersalah atas kasus pemerkosaan, meskipun ia telah mengajukan banding. Semua ini menjadi beban berat bagi ambisinya untuk memimpin Irlandia.


Tantangan Menuju Kursi Presiden

Conor McGregor (AP photo/John Locher)

Meskipun memiliki basis penggemar yang besar, jalan menuju kursi kepresidenan bagi McGregor sangat terjal. Ia perlu memenuhi syarat ketat untuk bisa berkompetisi, yaitu mendapatkan dukungan dari setidaknya 20 dari 234 anggota parlemen atau dari empat dari 31 dewan lokal. Melihat sedikitnya dukungan dari kalangan politisi terhadap pandangannya yang ekstrem, peluangnya untuk memenuhi syarat ini tampak sangat kecil.

Pandangan McGregor tentang Pakta Migrasi Uni Eropa menjadi isu sentral dalam kampanyenya. Ia berpendapat bahwa pakta tersebut mengabaikan kepentingan rakyat Irlandia dan menginginkan referendum untuk menentukan sikap negara terhadap pakta tersebut. Namun, banyak pihak mengkritik pandangannya yang dianggap anti-imigran dan berpotensi memecah belah masyarakat.

Lanjut Baca:

Kritikan terhadap McGregor datang dari berbagai kalangan. Ia dituduh menggunakan retorika yang memecah belah dan menyebarkan sentimen anti-imigran. Beberapa analis politik menilai bahwa kampanyenya lebih didorong oleh popularitas pribadi daripada kebijakan yang matang dan terukur. Mereka meragukan kemampuan McGregor untuk membangun konsensus dan memimpin negara yang beragam. Meskipun demikian, McGregor tetap memiliki basis pendukung yang kuat. Banyak penggemarnya yang terkesan dengan kepribadiannya yang berani dan lantang bersuara. Namun, dukungan ini mungkin tidak cukup untuk mengatasi tantangan politik dan hukum yang dihadapinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya