Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak kenal Ramadhan Sananta? Penyerang muda bertalenta asal Daik, Riau ini telah menjelma menjadi salah satu bintang baru di kancah sepak bola Indonesia dan Timnas Indonesia.
Lahir pada 27 November 2002, Sananta membuktikan mimpi bisa diraih dengan kerja keras. Perjalanan kariernya yang inspiratif, dari PPLP Kepri hingga membela Timnas Indonesia, sungguh luar biasa.
Advertisement
Debutnya di Liga 1 bersama Persikabo 1973 pada 3 Februari 2022 melawan Bali United menandai awal perjalanan profesionalnya. Setelah berkontribusi di PSM Makassar, kini ia berseragam Persis Solo dan menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia. Postur tinggi dan naluri mencetak golnya menjadi senjata utama Sananta di lapangan hijau.
Prestasi Ramadhan Sananta gemilang, termasuk menjadi top skorer Piala Presiden 2024. Ia juga telah mencetak gol-gol krusial untuk Timnas Indonesia, baik di ajang internasional maupun di level domestik. Targetnya mencetak minimal 15 gol bersama Persis Solo di BRI Liga 1 2024/2025 menunjukkan ambisi dan kerja kerasnya yang tak kenal lelah.
Dari Mimpi Menjadi Polisi Hingga Bintang Timnas Indonesia
Awalnya, Sananta bahkan tak bercita-cita menjadi pesepakbola profesional. Ia justru ingin menjadi polisi! Namun, bakatnya mengantarkannya pada karier gemilang. Setelah mengasah kemampuan di PPLP Kepulauan Riau pada 2020, ia memulai perjalanan profesionalnya di Persikabo 1973 pada tahun 2021. Sejak saat itu, namanya terus melejit, menunjukkan peningkatan signifikan di setiap klub yang dibelanya.
Perjalanan kariernya unik. Ia memulai di Persikabo 1973, kemudian bergabung dengan PSM Makassar, dan kini membela Persis Solo. Di PSM, ia mencetak 11 gol dan berkontribusi besar dalam keberhasilan tim meraih gelar juara Liga 1. Debutnya bersama PSM pada 15 Agustus 2022 menjadi momen penting. Meskipun performanya sedikit menurun di Persis Solo dengan hanya empat gol dalam 22 pertandingan Liga 1, kontribusinya tetap vital bagi tim.
Namun, penampilannya di Timnas Indonesia tetap konsisten dan gemilang. Kepindahannya ke Persis Solo tak mengurangi dedikasinya. Justru, ia semakin menunjukkan kualitasnya di level internasional, menjadi bagian tak terpisahkan dari skuad Garuda.