Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak kenal Kevin Diks? Bek tengah baru Timnas Indonesia ini telah mencuri perhatian pecinta sepak bola Tanah Air.
Lahir di Apeldoorn, Belanda, 6 Oktober 1996, pemain berusia 28 tahun ini memulai debutnya bersama Timnas Indonesia pada 15 November 2024 dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 melawan Jepang.
Advertisement
Perjalanan kariernya yang gemilang di Eropa, kini berlabuh di Tim Garuda, membawa harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Bagaimana perjalanan kariernya hingga akhirnya memilih membela Merah Putih?
Keputusan Kevin Diks untuk membela Timnas Indonesia bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia. Setelah malang melintang di berbagai klub Eropa, ia kini siap memberikan kontribusi terbaiknya untuk Timnas. Dengan tinggi badan 186 cm dan nilai pasar €4.1 juta (Maret 2025), Diks menjadi salah satu aset berharga bagi skuad Garuda.
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Kevin Diks telah menorehkan prestasi membanggakan di berbagai klub Eropa. Ia memulai karier juniornya di akademi Vitesse Arnhem, sebelum melanjutkan ke Fiorentina.
Meskipun sempat dipinjamkan ke beberapa klub, seperti Vitesse, Feyenoord, Empoli, dan AGF, pengalaman tersebut telah menempa mental dan kemampuannya sebagai seorang bek tangguh. Kini, ia memperkuat F.C. København dan akan segera bergabung dengan Borussia Mönchengladbach di Bundesliga musim 2025-2026.
Karier Cemerlang Kevin Diks di Eropa
Perjalanan karier Kevin Diks di Eropa memang patut diacungi jempol. Ia mengawali karier profesionalnya di Vitesse Arnhem, salah satu klub papan atas Eredivisie. Setelah itu, ia bergabung dengan Fiorentina, klub Serie A Italia, meskipun lebih banyak dipinjamkan ke klub lain. Pengalaman bermain di berbagai liga Eropa ini telah membentuknya menjadi pemain yang lebih matang dan berpengalaman.
Masa peminjamannya ke berbagai klub memberinya kesempatan untuk merasakan atmosfer kompetisi di berbagai negara dan liga. Hal ini sangat berharga dalam meningkatkan kemampuan dan pemahamannya tentang taktik dan strategi sepak bola. Puncak kariernya di Eropa sejauh ini adalah saat ia bergabung dengan FC Copenhagen. Di klub asal Denmark ini, ia menjadi pemain kunci dan telah mencatatkan penampilan yang impresif.