Liputan6.com, Jakarta - Siapa Kevin Diks? Ia adalah bek tangguh Timnas Indonesia yang baru saja dinaturalisasi dan telah mencatatkan debutnya pada 15 November 2024. Lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996, pemain bertinggi badan 187 cm ini kini memperkuat FC Copenhagen dan akan segera bergabung dengan Borussia Mönchengladbach di Bundesliga musim 2025-2026.
Keputusan Diks membela Timnas Indonesia bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menjadi angin segar bagi sepak bola Tanah Air. Bagaimana perjalanan kariernya hingga akhirnya memilih Merah Putih?
Advertisement
Perjalanan karier Kevin Diks cukup gemilang. Ia mengawali karier juniornya di klub-klub lokal Belanda sebelum bergabung dengan akademi Vitesse. Setelah berkiprah di tim utama Vitesse, ia melanjutkan kariernya di Fiorentina, Italia, meskipun lebih banyak dipinjamkan ke klub lain seperti Vitesse, Feyenoord, Empoli, dan AGF. Pengalaman bermain di berbagai liga Eropa telah menempa mental dan kemampuannya sebagai seorang bek.
Namun, sebelum membela Timnas Indonesia, Diks telah malang melintang di berbagai level timnas junior Belanda. Ia bahkan pernah dipanggil ke timnas senior Belanda, tetapi belum mendapat kesempatan bermain.
Kini, dengan bangga ia mengenakan jersey Timnas Indonesia, dan debutnya melawan Jepang dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momen bersejarah bagi dirinya dan sepak bola Indonesia. Kontribusi positif apa yang akan ia berikan untuk Timnas Indonesia?
Karier Cemerlang Kevin Diks di Eropa
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Kevin Diks telah malang melintang di berbagai klub Eropa. Ia memulai karier profesionalnya di Vitesse Arnhem, salah satu klub papan atas Eredivisie. Setelah itu, ia bergabung dengan Fiorentina, klub Serie A Italia.
Meskipun di Fiorentina ia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain, pengalaman tersebut telah membentuknya menjadi pemain yang lebih matang dan berpengalaman.
Masa peminjamannya ke berbagai klub seperti Vitesse, Feyenoord, Empoli, dan AGF memberinya kesempatan untuk merasakan atmosfer kompetisi di berbagai negara dan liga. Hal ini sangat berharga dalam meningkatkan kemampuan dan pemahamannya tentang taktik dan strategi sepak bola.
Puncak kariernya di Eropa sejauh ini adalah saat ia bergabung dengan FC Copenhagen. Di klub asal Denmark ini, ia menjadi pemain kunci dan telah mencatatkan penampilan yang impresif. Prestasi gemilang bersama FC Copenhagen, termasuk raihan gelar juara liga dan piala domestik, serta partisipasinya di Liga Champions UEFA, menjadi bukti kualitasnya sebagai pemain sepak bola profesional.