Kontroversi dan Harapan di Balik Film Live-Action Snow White Disney

Film live-action Snow White garapan Disney yang akan datang menuai kontroversi terkait pemilihan pemeran dan perubahan cerita.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 19 Maret 2025, 14:00 WIB
Rachel Zegler memerankan tokoh dongeng Snow White dalam remake film live-action mendatang (Dok.Disney)

Liputan6.com, Jakarta Film live-action Snow White garapan Disney yang sangat dinantikan fans, telah menjadi sorotan publik bahkan sebelum dirilis. Disutradarai oleh Marc Webb, film ini menghadirkan Rachel Zegler sebagai Snow White dan Gal Gadot sebagai Evil Queen.

Adaptasi ini merupakan versi baru dari film animasi klasik Disney tahun 1937, Snow White and the Seven Dwarfs. Namun, ada beberapa perubahan signifikan yang membuat banyak orang mempertanyakan arah cerita dan karakter yang ada dalam kisah adaptasi dongeng abad ke-19 ini.

Pemeran utama film ini, Rachel Zegler, bermain sebagai Snow White, sementara Gal Gadot memerankan karakter antagonis, Evil Queen. Selain itu, ada karakter baru bernama Jonathan yang diperankan oleh Andrew Burnap.

Film ini juga menampilkan para aktor yang mengisi suara ketujuh kurcaci, seperti Andrew Barth Feldman (Dopey), Tituss Burgess (Bashful), Martin Klebba (Grumpy), dan lainnya. Emilia Faucher akan muncul sebagai Snow White muda, menambah kedalaman cerita.

Tanggal rilis film ini semula dijadwalkan pada 22 Maret 2024, namun kemudian ditunda hingga 21 Maret 2025. Penundaan ini sebagian besar disebabkan oleh pemogokan SAG-AFTRA yang terjadi baru-baru ini.

Meskipun demikian, film ini sudah mendapatkan pemutaran perdana di Alcázar of Segovia, Spanyol pada 12 Maret 2025, yang menunjukkan bahwa proyek ini tetap berjalan meskipun ada tantangan.


Kontroversi Seputar Pemilihan Pemeran dan Penggambaran Kurcaci

Snow White. (Instagram/ disney)

Film ini telah menuai banyak kritik, terutama terkait dengan pemilihan pemeran untuk karakter ketujuh kurcaci. Beberapa kritikus berpendapat bahwa keputusan Disney untuk tidak menggunakan aktor dengan kondisi dwarfisme untuk peran kurcaci dianggap tidak sensitif. Mereka merasa bahwa representasi yang akurat dari karakter tersebut sangat penting, dan tidak adanya aktor dengan kondisi tersebut dalam film ini menjadi sorotan.

Selain itu, pemilihan Rachel Zegler sebagai Snow White juga dipertanyakan oleh beberapa kalangan. Kritikus mempertanyakan kesesuaian Zegler untuk peran tersebut, terutama terkait dengan latar belakang etnisnya.

Merespons kritik ini, Zegler menekankan bahwa pentingnya representasi dan universalitas kisah Snow White harus diperhatikan. Dia percaya bahwa cerita ini dapat dinikmati oleh semua orang, terlepas dari latar belakang mereka.

Lanjut Baca:

Perubahan cerita dan pendekatan yang dianggap 'woke' juga menjadi sasaran kritik. Banyak yang merasa bahwa perubahan ini merusak esensi dari cerita asli. Akibat dari kontroversi ini, Disney dilaporkan mengurangi skala acara premier Hollywood untuk film tersebut, menunjukkan dampak dari kritik yang mereka terima.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya