Forensik RSCM: Jenazah Tino Seharusnya Diotopsi

RSCM mempertanyakan keengganan Kepolisian untuk mengotopsi jenazah Tino Karno. Padahal polisi dapat melakukan jika ada dugaan kematian karena over dosis penggunaan narkoba.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Januari 2001, 09:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kematian aktor film Tino Karno membawa polemik. Menurut lembaga Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, keengganan Kepolisian untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Tino patut dipertanyakan. Padahal polisi bisa melakukan langkah tersebut jika memang ada dugaan bahwa kematian putra artis besar Indonesia Soekarno M. Noer ini disebabkan kasus over dosis penggunaan narkotik dan obat-obatan berbahaya. Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala Bagian Forensik RSCM dr Agus Purwadianto, baru-baru ini, di Jakarta.

Menurut Agus, semestinya polisi tetap melakukan otopsi atau bedah mayat atas jenazah Tino, kendati keluarga almarhum keberatan. Sebab hanya dengan otopsi itu, pembuktian penyebab kematian Tino dapat dibuktikan. Bukan seperti dugaan berbagai kalangan, lantaran kelebihan dosis narkoba atau memang akibat serangan jantung.

Dalam pengamatan Agus, sikap Kepolisian ini malah mengundang sejumlah kecurigaan. Padahal polisi juga telah menemukan sebuah botol kecil yang diduga berkaitan erat dengan penggunaan narkoba oleh almarhum. Barang bukti itu ditemukan di Kantor Karnos Film, tempat Tino bekerja.

Kematian Tino memang meninggalkan misteri. Sanak keluarga almarhum menyatakan bahwa penyebab kematian kakak kandung aktor Rano Karno itu adalah serangan jantung yang sudah lama dideritanya. Sementara kisah lainnya merebak soal Tino yang tewas lantaran over dosis narkoba. Namun, Rano sendiri langsung berkilah. Menurut dia, kakak kandungnya memang bekas pengguna narkoba, namun sekarang sudah tidak lagi.(BMI/Kawiyan dan Agung Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya