Tinjau Banjir di Sukabumi, Gibran Minta Percepatan Penanggulangan Risiko Pasca-Bencana

Gibran menyatakan, peninjauan lokasi banjir di Sukabumi ini dilakukan sebagi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 08 Maret 2025, 13:26 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 8 Maret 2025. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi bencana di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, pada Sabtu (8/3/2025) pagi. Gibran menyatakan, peninjauan dilakukan sebagi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.

Gibran tidak sendiri, kehadirannya turut didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii, dan Bupati Sukabumi Asep Japar. Titik kunjungan pertama Wapres adalah Jembatan Cidadap yang amblas diterjang banjir bandang pada Kamis malam.

"Wapres Gibran langsung mengecek area jembatan penghubung Desa Cidadap dan Desa Loji yang putus tersebut, serta menyapa warga terdampak yang riuh menyambut kedatangannya," tulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden (BPMI Setwapres) dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/3/2025).

Putra sulung Joko Widodo (Jokowi) ini lalu melanjutkan tinjauan ke kawasan terdampak banjir lainnya seperti di Terminal dan Pasar Semi Modern Palabuhan Ratu yang luluh lantak akibat terjangan air bah.

"Didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Wapres Gibran memeriksa langsung permukiman warga, termasuk rumah ibadah seperti masjid dan gereja yang rusak parah. Banjir di lokasi ini merenggut nyawa seorang Ibu dan anaknya, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat," jelas BPMI Setwapres.

Di kedua lokasi tersebut, selain menyapa warga, kakak dari Kaesang Pangarep ini turut membagikan paket sembako, alat kebersihan, selimut, serta paket buku dan mainan untuk anak-anak.

Menurut penuturan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dalam keterangan persnya, Wapres Gibran meminta langkah strategis dalam penanganan pasca-bencana banjir yang kali ini lebih berat dibandingkan kejadian sebelumnya pada November 2024 lalu.

 

 

Dorong Normalisasi Sungai

Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 8 Maret 2025. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden)

Salah satu fokus utamanya adalah normalisasi sungai melalui pengerukan dan pengurangan sedimentasi guna memperlancar aliran air.

“Bapak Wakil Presiden sangat prihatin terkait dengan hal ini dan beliau menyampaikan pertama, masalah sungai itu juga harus dilakukan pengerukan, sedimentasinya. Tadi kami sudah diskusi dengan Pak Bupati (Sukabumi) dan juga nanti (pemerintah) provinsi yang akan melakukan pengerukan terhadap sungai tadi,” kata Diana.

Selain itu, lanjut Diana, Wapres Gibran mengimbau agar warga yang terdampak tidak kembali bermukim di daerah sungai demi menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang.

“Nanti saya harapkan juga penduduk-penduduk yang di sekitar sempadan sungai, jangan kembali lagi di sempadan sungai tadi, biarkan sungai tadi, kalau bisa diperlebar. Dengan diperlebar maka jalannya air itu akan lebih leluasa, tidak mengganggu dan nantinya juga tidak berdampak kepada penduduk-penduduk yang diam di situ,” harap Diana.

 

Percepat Perbaikan Jembatan

Jembatan Cidadap di Kampung Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, ambruk setelah diguyur hujan deras pada Kamis malam (6/3/2025). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Kemudian dari segi infrastruktur, Diana menyampaikan Wapres Gibran menginstruksikan percepatan perbaikan Jembatan Cidadap yang rusak agar arus transportasi, baik bagi warga maupun distribusi barang, dapat kembali berjalan lancar.

“Sementara ini supaya lebih bermanfaat, bisa difungsionalkan, nanti akan dipasang Jembatan Bailey dulu agar bisa difungsionalkan. Nanti secara permanen akan dilakukan setelah lebaran, akan ada penggantian jembatan tersebut,” ujarnya.

Menurut Diana, upaya relokasi warga yang bermukim di sempadan sungai juga turut menjadi perhatian, mengingat pentingnya mitigasi risiko untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang. Adapun pembangunan rumah untuk relokasi warga yang rumahnya rusak berat akan dilakukan oleh BNPB, sedangkan lahan relokasi disiapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Nah, daerah mencarikan lahannya, mungkin BNPB itu nanti akan membangunkan rumahnya. Nanti akan dihitung,” dia menandasi.

 

Banjir Bandang Sukabumi

Tim SAR saat mengevakuasi jenazah korban banjir di Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/3/2025). (Liputan6.com/Fira Syahrin).

Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi kembali menimpa Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir melanda 12 desa di 9 kecamatan dan sebaran titik longsor pada 30 desa di 22 kecamatan. Akibat bencana ini, 4 orang dilaporkan meninggal dunia dan 5 lainnya masih dalam pencarian.

 

Infografis Warning! Banjir Masih Hantui Jabodetabek (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya