Liputan6.com, Jakarta - Sebuah peristiwa astronomi yang menakjubkan, diprediksi akan terjadi selama Ramadan tahun ini, yang hanya terjadi sekali setiap 33 tahun.
Menurut para astronom, penyelarasan langka antara kalender Islam (Hijriah) dan kalender Matahari diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025, dikutip dari laman munsifdaily, Sabtu (22/2/2025).
Advertisement
Penyelarasan Astronomi Kalender Lunar dan Kalender Matahari pada Tahun 2025
Para ahli percaya bahwa Ramadan pada tahun 2025 kemungkinan akan dimulai pada tanggal 1 Maret, yang berarti bulan Ramadan dan bulan Maret, akan dimulai pada hari yang sama.
Ini adalah hasil dari harmoni astronomi yang luar biasa, yang menunjukkan keseimbangan yang tidak biasa antara orbit bulan dan matahari.
Penjelasan Perbedaan Kalender Lunar dan Solar
Dua kalender utama digunakan di seluruh dunia untuk melacak tanggal: kalender solar, yang juga dikenal sebagai kalender Gregorian, dan kalender lunar, atau kalender Hijriah, yang didasarkan pada bulan. Secara umum, ada perbedaan antara keduanya, tetapi setiap 33 tahun sekali, ada kejadian langka ketika bulan lunar dan solar dimulai pada hari yang sama.
Fenomena Matematika Antara Bumi dan Bulan
Para astronom mengatakan, kesejajaran ini merupakan simbol keseimbangan matematis yang luar biasa antara pergerakan Bumi dan bulan, yang terjadi di bawah sistem tertentu.
Ramadan 2025: Momen Spesial yang Dinantikan
Momen astronomi yang langka dan unik ini akan membuat Ramadan 2025 menjadi lebih istimewa. Namun, apakah Ramadan benar-benar akan dimulai pada 1 Maret 2025, akan sepenuhnya bergantung pada penampakan bulan.