Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Awal Ramadan 2025 di 125 Titik

Rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadhan akan melibatkan para ahli falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag kabupaten/kota.

oleh Muhammad AliDiterbitkan 21 Februari 2025, 18:14 WIB
Selanjutnya hasil Rukyatul hilal tersebut akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan sidang isbat awal Ramadan 1444 Hijriah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadhan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025. Pemantauan ini akan dilakukan di 125 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Pemantauan hilal awal Ramadhan akan dilakukan di 125 titik se-Indonesia pada 28 Februari mendatang," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad dikutip dari Antara, Jumat (21/2/2025).

Menurut Abu Rokhmad, rukyatul hilal akan melibatkan para ahli falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag kabupaten/kota. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait lainnya.

Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadhan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari pemantauan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk, dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah akan dibahas dalam sidang isbat yang akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Keputusan sidang ini akan menjadi dasar penetapan awal Ramadhan 1446 H di Indonesia.

Sidang isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

Sidang Isbat Dihadiri Sejumlah Lembaga

Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya memberikan pemaparan dalam sidang isbat penentuan Idul Fitri 2024, Selasa (9/4/2024).(Liputan6.com/ Winda Nelfira)

Selain itu, lembaga seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, dan Planetarium Jakarta juga akan berpartisipasi. Pakar ilmu falak dari organisasi Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta pimpinan pondok pesantren turut serta dalam sidang ini.

"Sidang isbat merupakan bentuk sinergi antara Kemenag, organisasi Islam, serta lembaga terkait dalam menentukan awal bulan Hijriah. Keputusan yang diambil diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan," kata Abu Rokhmad.

Penetapan awal Ramadhan 1446 H akan diumumkan secara resmi setelah sidang isbat.

Infografis

Infografis Sejumlah daerah memiliki tradisi 'bersih-bersih diri' dengan cara mandi menyambut Ramadan (dok. Liputan6.com/Tri Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya