Liputan6.com, Jakarta - Will sudah berada di dalam ruangannya saat Andi masuk dengan rasa penasaran. Kenapa Bapak memanggil saya pagi-pagi begini? tanya Andi dengan heran.
Namun, bukannya menjawab, Will malah langsung memarahi Andi. Ternyata, Andi telah berbicara sembarangan kemarin hingga Salma mendengarnya. Bagaimana bisa kamu ceroboh seperti itu, Andi? bentak Will.
Advertisement
Merasa tersinggung dan patah hati, Andi justru balik marah. Kenapa Bapak hanya memikirkan Salma? Apakah semua orang di sekitar Bapak akan Bapak korbankan demi menjaga rahasia Bapak?
Tahukah Bapak bagaimana perasaan saya? Bertahun-tahun saya menunggu Dinda, dan sekarang Pak Roy datang dan merebutnya begitu saja.
Sementara itu, Dinda melangkah ke taman dengan hati-hati. Dari balik persembunyiannya, Salma menunggu dengan sabar, matanya mengawasi sekeliling. Dia pasti akan datang sebentar lagi, gumam Salma dalam hati.
Namun, Dinda yang bersembunyi di balik pohon merasa panik. Kenapa Salma malah datang ke sini?!
Di tempat lain, Will menelepon rumah untuk menanyakan apakah Salma sudah pulang untuk mengambil berkas yang dibutuhkannya.
Namun, pembantu menjawab bahwa Salma belum kembali. Will menutup telepon dengan perasaan cemas yang semakin membebani.