Liputan6.com, Surabaya: Hafid Cholil Solam, warga negara Indonesia asal Sampang, Madura, terancam hukuman pancung atau qisas di Arab Saudi. Dia dikenai hukuman itu karena membunuh Mohammad Husin, kerabatnya sesama pekerja di Arab. Pembunuhan yang terjadi pada 1998 di Arab Saudi ini dipicu soal utang-piutang. Sebelumnya, ketika masih menjabat presiden, Gus Dur sempat membujuk keluarga Mohammad Husin yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, untuk memberikan maaf.
Sayang, ketika ditemui SCTV, Muawiyah, istri almarhum Mohammad Husni, tetap berkeras tak akan memberikan maaf kepada Cholil. Padahal, memaafkan adalah prasyarat Mahkamah Agung Arab Saudi untuk mengubah hukuman. Menurut dia, rapat keluarga memang memutuskan begitu dan berharap Cholil tetap dihukum pancung.
Keluarga Cholil menyatakan pasrah atas keputusan keluarga almarhum tidak memberikan maaf. Orangtua Cholil sebelumnya berharap anaknya yang kini mendekam di penjara Arab Saudi sejak lima tahun silam diberi kesempatan untuk bertobat. Keluarga Cholil sampai kemarin belum mendapatkan informasi dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah dan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, tentang rencana eksekusi qisas yang akan dilaksanakan Senin besok.(YYT/Ismoyo Winanto dan Mohmmad Khodim)
Sayang, ketika ditemui SCTV, Muawiyah, istri almarhum Mohammad Husni, tetap berkeras tak akan memberikan maaf kepada Cholil. Padahal, memaafkan adalah prasyarat Mahkamah Agung Arab Saudi untuk mengubah hukuman. Menurut dia, rapat keluarga memang memutuskan begitu dan berharap Cholil tetap dihukum pancung.
Keluarga Cholil menyatakan pasrah atas keputusan keluarga almarhum tidak memberikan maaf. Orangtua Cholil sebelumnya berharap anaknya yang kini mendekam di penjara Arab Saudi sejak lima tahun silam diberi kesempatan untuk bertobat. Keluarga Cholil sampai kemarin belum mendapatkan informasi dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah dan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, tentang rencana eksekusi qisas yang akan dilaksanakan Senin besok.(YYT/Ismoyo Winanto dan Mohmmad Khodim)