Hadiri Perayaan Imlek, Menag: Pemimpin yang Lurus Tidak Salahgunakan Kekuasaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya seorang pemimpin untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 Februari 2025, 05:33 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Tim News).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya seorang pemimpin untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan. Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya saat menghadiri perayaan Imlek di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, bersama oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengawali pidatonya dengan membahas tema perayaan Imlek 2025, yang menyoroti bahwa perilaku lurus seorang pemimpin akan meluruskan hati seluruh rakyat.

"Tema ini menjadi pengingat untuk kita semua, baik yang duduk jabatan maupun yang tidak. Pemimpin laksana angin dan rakyat laksana rumput. Kemana angin mengarah, maka ke situ rumput merebah," ujar Nasaruddin dalam sambutannya, Minggu (9/2/2025).

Selanjutnya, ia menyebut, jika seorang pemimpin tentu memiliki pengaruh besar terhadap perilaku serta moral rakyat hingga tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan.

"Seorang pemimpin tentu memiliki pengaruh besar terhadap perilaku, sikap, dan moral rakyat. Jika pemimpin menunjukkan sikap jujur, adil, dan berintegritas, maka rakyat pun juga terinspirasi untuk meneladani, mengikuti nilai-nilai tersebut," sebutnya.

"Tentu pemimpin yang lurus, senantiasa menjunjung tinggi kebenaran, tidak menyalahgunakan kekuasaan, dan senantiasa bertindak sesuai dengan prinsip keadilan dan kebersamaan," sambungnya.

 

Penekanan dari Prabowo

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan pesan kepada umat Islam agar senantiasa mendirikan sholat. Pesan itu disampaikan dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. (Foto: Humas Kemenag)

Apa yang disampaikan olehnya itu, berdasarkan penekanan dari Prabowo Subianto yang merupakan presiden atau kepala negara.

"Inilah yang selalu ditekankan Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo, dalam berbagai macam kesempatan," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Nasaruddin menegaskan, untuk memimpin bangsa yang kaya akan keberagaman, dan segala aspek ini diperlukan pemimpin yang lurus dalam ucapan dan perilakunya.

"Tema imlek ini sangat relevan dengan upaya kita membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan modern. Dalam konteks Indonesia, seorang pemimpin yang lurus adalah pemimpin yang memiliki integritas, kejujuran, dan komitmen terhadap keadilan serta kesejahteraan rakyat," tegasnya.

"Sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa keberhasilan kita menjaga persatuan di dalam keberagaman sangat dipengaruhi oleh keteladanan pemimpin yang memprioritaskan kepentingan rakyat di atas segala-galanya," pungkasnya.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Tradisi-tradisi saat perayaan Tahun Baru Imlek (dok.Liputan6.com/Trie Yasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya