Kembali ke Utara Gaza, Pengungsi Palestina Lintasi Koridor Netzarim

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 09 Februari 2025, 16:05 WIB
Pengungsi Palestina Lintasi Koridor Netzarim
Dengan menggunakan berbagai kendaraan, warga Palestina, yang sebelumnya mengungsi, terlihat melintasi Koridor Netzarim untuk kembali ke Gaza utara. Koridor Netzarim merupakan area yang memisahkan wilayah selatan dan utara Gaza. Kembalinya warga Palestina itu terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara milisi Hamas dan Israel serta pembebasan sandera oleh kedua pihak beberapa waktu lalu. Mereka berbondong-bondong melewati koridor Netzarim menuju utara Jalur Gaza dengan membawa sejumlah barang yang diperlukan. Kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera oleh kedua pihak—Israel dan Hamas—telah menghentikan perang yang berkecamuk sejak 7 Oktober 2023. Untuk diketahui, sejak serangan besar-besaran militer Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu, sekitar 47.000 warga Palestina tewas dan 111.000 lainnya mengalami luka. Mayoritas korban dari perang tersebut adalah perempuan dan anak-anak.
Warga Palestina yang mengungsi menyeberangi koridor Netzarim saat mereka menuju bagian utara Jalur Gaza pada 9 Februari 2025. (Eyad BABA/AFP)
Dengan menggunakan berbagai kendaraan, warga Palestina yang sebelumnya mengungsi akibat perang antara Israel dan milisi Hamas mulai kembali ke Gaza utara dengan melewati Koridor Netzarim. (Eyad BABA/AFP)
Koridor Netzarim merupakan area yang memisahkan wilayah selatan dan utara Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Kembalinya warga Palestina itu terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara milisi Hamas dan Israel serta pembebasan sandera oleh kedua pihak beberapa waktu lalu. (Eyad BABA/AFP)
Mereka berbondong-bondong melewati koridor Netzarim menuju utara Jalur Gaza dengan membawa sejumlah barang yang diperlukan. (Eyad BABA/AFP)
Kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera oleh kedua pihak—Israel dan Hamas—telah menghentikan perang yang berkecamuk sejak 7 Oktober 2023. (Eyad BABA/AFP)
Untuk diketahui, sejak serangan besar-besaran militer Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu, sekitar 47.000 warga Palestina tewas dan 111.000 lainnya mengalami luka. Mayoritas korban dari perang tersebut adalah perempuan dan anak-anak. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya