Konflik Kongo Picu Krisis Kemanusiaan yang Kian Memburuk

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 04 Februari 2025, 10:00 WIB
Krisis Kemanusiaan di Kongo
Warga Kongo yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara pemberontak M23 dan Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo mengalami beragam kesulitan. Konflik ini memicu krisis kemanusiaan yang kian hari semakin memburuk. Konflik juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Sementara, pasokan bantuan makanan, termasuk air bersih serta obat-obatan kian menipis, terutama di kota Goma yang dihuni sekitar tiga juta penduduk. Kondisi kamp-kamp pengungsi semakin mengkhawatirkan dengan terbatasnya layanan air dan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko timbulnya wabah penyakit.
Para pengungsi mengambil air di kamp pengungsi internal Kashaka di pinggiran kota Goma, Republik Demokratik Kongo pada 3 Februari 2025. (Jospin Mwisha/AFP)
Warga Kongo yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara pemberontak M23 dan Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo mengalami beragam kesulitan. (Jospin Mwisha/AFP)
Dalam lima hari terakhir, sedikitnya 700 orang tewas dan 2.800 lainnya mengalami luka akibat konflik bersenjata yang kembali terjadi di Kongo. (Jospin Mwisha/AFP)
Konflik ini memicu krisis kemanusiaan yang kian hari semakin memburuk. (Jospin Mwisha/AFP)
Konflik antara pemberontak M23 dan Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. (Jospin Mwisha/AFP)
Sementara, pasokan bantuan makanan, termasuk air bersih serta obat-obatan kian menipis, terutama di kota Goma yang dihuni sekitar tiga juta penduduk. (Jospin Mwisha/AFP)
Kondisi kamp-kamp pengungsi semakin mengkhawatirkan dengan terbatasnya layanan air dan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko timbulnya wabah penyakit. (Jospin Mwisha/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya