Liputan6.com, Jakarta Dengan bangga, Vidio dalam waktu dekat akan mempersembahkan Vidio Original Series terbaru bertajuk Bad Guys, yang akan tayang perdana pada pertengahan Februari 2025. Serial drama penuh aksi ini tidak hanya menampilkan alur cerita yang menegangkan dan para bintang besar, tetapi juga semakin memikat dengan hadirnya lagu yang sudah sangat familiar di industri musik Tanah Air, terutama bagi para pecinta genre musik metal, yakni Mengadili Persepsi dari Seringai. Lagu ini dipilih sebagai official original sound track yang dipastikan akan menambah intensitas emosi dan aksi dalam setiap adegan.
Advertisement
Bad Guys dibintangi oleh deretan aktor ternama Indonesia seperti Oka Antara, Dwi Sasono, Randy Pangalila, Maudy Effrosina, dan Omara Esteghlal. Serial ini mengisahkan Jaka (Oka Antara), seorang polisi yang hancur secara emosional setelah putrinya ditemukan tewas terbunuh. Saat upaya menegakkan keadilan melalui jalur hukum gagal, Jaka membuat keputusan ekstrem: merekrut tiga narapidana yang pernah ia jebloskan ke penjara. Mereka adalah seorang preman dengan koneksi dunia bawah tanah, penipu ulung, dan peretas kelas kakap untuk membantunya menyelidiki serangkaian pembunuhan berantai yang terafiliasi terkait dengan korupsi di sistem peradilan.
Mengadili Persepsi atau yang juga sering disebut dengan judul “(Bermain Tuhan)” dari album Serigala Militia yang dirilis pada 2007 adalah lagu yang dipilih sebagai soundtrack utama Bad Guys. Dengan riff gitar yang terdengar agresif, lirik penuh kritik sosial, dan semangat perlawanan yang berapi-api, lagu ini menghadirkan resonansi yang kuat dengan tema utama serial: perjuangan melawan ketidakadilan, kebobrokan sistem hukum, dan pengungkapan kebenaran.
Ikon Musik
Sejak terbentuk pada 2002, Seringai telah menjadi ikon musik heavy metal di Indonesia dengan basis penggemar setia yang disebut Serigala Militia. Mengadili Persepsi adalah salah satu lagu yang mempertegas posisi band ini dalam menyuarakan semangat melawan stigma dan menghadapi realitas yang sering kali dikaburkan oleh kekuasaan dan kepentingan.