Perjalanan Penuh Rasa di Konser Bingah Yura Yunita: Musik, Budaya, hingga Kejutan Spesial

Penyanyi Yura Yunita sukses menggelar konser tunggal bertajuk “Bingah” di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2025). Yura menyuguhkan penampilan memukau dihadapan ribuan penggemar dengan membawakan 28 lagu.

oleh Dicky FadillahDiperbarui 03 Februari 2025, 13:37 WIB
Melalui konser bertajuk Bingah, Yura Yunita ingin membagi momen kebahagiaan bersama penggemarnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Yura Yunita kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu musisi solois terbaik Indonesia lewat konser Bingah yang digelar di Istora Senayan. Lebih dari sekadar konser musik, pertunjukan ini menghadirkan perpaduan apik antara tata panggung megah, aransemen musik emosional, serta kejutan-kejutan yang menggugah ribuan hati penonton.

Konser tunggal Yura Yunita dihadiri sekitar 6.500 penggemarnya. Konser ini juga menjadi perayaan 10 tahun perjalanan Yura Yunita di industri musik tanah air. Sekitar 28 lagu dari tiga album dinyanyikan penyanyi berusia 33 tahun ini.

Kantara Creative selaku promotor dan sutradara kreatif bersama Yura serta Donne Maula, berhasil meramu sebuah pertunjukan yang tidak henti membuat penontonnya terpukau dari lagu pertama hingga lagu ke-28.

Ragam elemen budaya tradisional Indonesia dipadukan dengan modernitas, terasa kental mulai dari gerbang utama area konser hingga di dalam balutan pertunjukan. Dibagi dalam empat babak penuh makna, kemunculan legenda hidup Iwan Fals sebagai penjalin cerita menjadi salah satu elemen tak terduga yang membawa dimensi emosional dengan narasi filosofis yang mendalam.

“Ide-ide liar Yura dan Donne, sangat sejalan dengan komitmen Kantara Creative untuk menginterpretasikan karya musik menjadi visual dan pengalaman tak terlupakan bagi setiap penonton yang datang,” ujar Roan Y. Anprira selaku Creative Director Kantara Creative & Executive Producer Konser Bingah.


Pembukaan yang Penuh Magis

Tepat pukul 15.00 WIB, konser tunggal Yura Yunita dimulai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Konser yang dimulai tepat pukul 15.00 WIB ini langsung menghadirkan suasana magis sejak awal. Sayup-sayup ucapan selamat datang dalam bahasa Sunda menggema di area konser, membangun atmosfer hangat bagi ribuan penonton yang hadir. Yura tak muncul begitu saja di atas panggung—ia memilih cara yang lebih dramatis: melayang dari sudut tribun atas hingga ke tengah panggung, menciptakan efek visual yang spektakuler.

Dibuka dengan lagu Tenang, Yura langsung menyihir penonton dengan vokalnya yang merdu. Atmosfer berubah drastis saat ia melanjutkan dengan Harus Bahagia, menciptakan gelombang energi yang mengalir deras di antara penonton.


Sentuhan Budaya dan Kolaborasi Tak Terduga

Penyanyi Yura Yunita saat tampil pada konser tunggalnya yang bertajuk Bingah di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Konser Bingah bukan hanya tentang musik, tetapi juga perayaan budaya. Sepanjang pertunjukan, berbagai elemen seni tradisional Indonesia dipadukan secara harmonis dengan tata panggung modern. Para penari Jaipong, Sisingaan, hingga perkusi tradisional mengisi pertunjukan, memberikan pengalaman visual yang sarat makna.

Lanjut Baca:

Kejutan lainnya datang dari kolaborasi dengan sejumlah musisi ternama. Kehadiran Sal Priadi dalam lagu "Pekat" menambah kedalaman emosi di panggung. Tak hanya itu, Yura juga menghadirkan momen emosional saat diva legendaris Ruth Sahanaya muncul tiba-tiba membawakan "Keliru" sebagai persembahan khusus untuk ibunda Yura. Tak ketinggalan, Gempi dengan suara khasnya—turut serta menyanyikan lagu bersama Yura, menciptakan suasana manis yang mencuri hati penonton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya