Harga Bawang Anjlok, Petani di Cirebon Mengeluh

Selain rendahnya mutu hasil panen, merosotnya harga juga disebabkan panen raya yang tengah berlangsung di sejumlah sentra bawang merah di Brebes, Jateng, dan Majalengka, Jabar.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Juli 2003, 08:47 WIB
Liputan6.com, Cirebon: Petani bawang merah di Cirebon, Jawa Barat, merugi hingga puluhan juta rupiah akibat anjloknya harga di pasaran lokal di sana. Selain disebabkan rendahnya mutu hasil panen, juga karena panen raya tengah berlangsung di sejumlah sentra bawang merah, seperti di Brebes, Jawa Tengah, dan Majalengka, Jabar. Saat ini, harga bawang merah hanya berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per kilogram. Padahal, sebelumnya mencapai Rp 4.000 per kilogram.

Menurut sejumlah petani, baru-baru ini, keuntungan yang diperoleh tak sebanding dengan biaya produksi. Biasanya, dalam setiap hektare modal yang dikeluarkan mencapai Rp 30 juta. Biaya ini meliputi pembelian bibit, obat-obatan pertanian, dan upah buruh tani. Itulah sebabnya, dalam kondisi saat ini hasil panen yang diperoleh tak lebih dari tujuh ton per hektare. Akibatnya, kerugian yang diperoleh sekitar 20 juta per hektare.

Berbeda dengan di Cirebon, harga bawang merah lokal di Tegal dan Brebes, Jateng, melonjak hingga dua kali lipat sejak akhir Mei silam. Sudah begitu, stok bawang merah lokal di pasar-pasar di dua kota tersebut langka. Kalaupun ada, hanya bawang merah impor. Sejauh ini, harga bawang merah lokal saat panen raya akhir April silam berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 3.500 per kilogram. Namun sejak akhir Mei hingga awal Juni ini, melonjak menjadi Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram [baca: Bawang di Brebes Langka dan Mahal].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya