Pilihan Pekerjaan Outsourcing Ini Disebut Bisa Meningkatkan Efisiensi Bisnis

Salah satu strategi yang semakin banyak diterapkan untuk mencapai tujuan tertentu dalam perusahaan adalah outsourcing atau alih daya.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 03 Februari 2025, 22:40 WIB
Ilustrasi karyawan, bekerja, rapat, suasana kantor. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, efisiensi menjadi kunci keberhasilan. Perusahaan dituntut untuk beradaptasi dengan cepat, mengelola sumber daya secara efektif, dan tetap kompetitif di tengah persaingan pasar.

Salah satu strategi yang semakin banyak diterapkan untuk mencapai tujuan ini adalah outsourcing atau alih daya. Dengan memanfaatkan tenaga ahli eksternal untuk menangani tugas-tugas tertentu, perusahaan dapat lebih fokus pada aktivitas inti yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memilih pekerjaan yang tepat untuk dialihdayakan guna mempertahankan produktivitas.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ketentuan mengenai outsourcing (Pasal 64 hingga 66) membatasi alih daya hanya pada pekerjaan tertentu yang bersifat non-inti.

Pekerjaan tersebut harus terpisah dari kegiatan utama perusahaan, dilakukan berdasarkan perintah pemberi kerja, mendukung operasional perusahaan secara keseluruhan, serta tidak menghambat proses produksi.

Umumnya, pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah administrasi, layanan call center, kebersihan, keamanan, dan pemeliharaan.

Namun, setelah diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021, tanggung jawab atas pekerja outsourcing sepenuhnya dialihkan kepada perusahaan penyedia layanan tenaga kerja.

Perubahan regulasi ini memperluas cakupan jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan. Meski demikian, peran strategis seperti pengambilan keputusan, perencanaan jangka panjang, dan manajemen risiko tetap berada di bawah kendali internal perusahaan karena berkaitan dengan data rahasia dan tujuan inti perusahaan.

 


Jenis Pekerjaan yang Umum Dialihdayakan

kata perpisahan kerja ©Ilustrasi dibuat AI

Meskipun regulasi saat ini tidak lagi membatasi jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan, beberapa bidang tetap menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan. Berikut beberapa pekerjaan yang umumnya dialihdayakan:

Layanan Pelanggan

Perusahaan sering kali menggunakan outsourcing untuk layanan pelanggan agar dapat memberikan layanan 24/7. Dengan memanfaatkan tenaga kerja eksternal, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan tanpa harus membentuk tim internal yang besar.

Manufaktur

Banyak perusahaan mengalihdayakan proses manufaktur ke wilayah dengan biaya produksi lebih rendah. Hal ini mencakup produksi, kontrol kualitas, hingga manajemen jalur perakitan, sehingga perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan produk.

 

 


Dukungan Teknologi Informasi (TI)

Cara kerja mesin 4 tak ©Ilustrasi dibuat AI

Outsourcing di bidang TI memungkinkan perusahaan mendapatkan akses ke teknisi berpengalaman yang menangani pemeliharaan sistem, manajemen jaringan, serta pemecahan masalah, sehingga teknologi tetap berjalan lancar tanpa membebani sumber daya internal.

Lanjut Baca:

Penginputan Data Pekerjaan penginputan data yang dialihdayakan membantu perusahaan dalam memperbarui dan memelihara data secara terorganisir. Hal ini memungkinkan staf internal lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis. Penjualan Outsourcing dalam bidang penjualan memungkinkan perusahaan memperluas basis pelanggan dan meningkatkan pendapatan. Tim eksternal bertugas mencari prospek baru, memperoleh klien, serta menutup kesepakatan, sehingga meningkatkan performa bisnis.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya