Liputan6.com, Jakarta- Perhatian publik akan terfokus pada The Dream Team, Ducati Lenovo, dalam ajang MotoGP 2025. Hal ini wajar mengingat Pecco Bagnaia, juara dunia MotoGP dua kali, kini berkolaborasi dengan Marc Marquez, yang telah mengantongi enam gelar juara dunia MotoGP.
Menurut pendapat beberapa pihak, termasuk Luca Marini, persaingan antara keduanya diharapkan dapat membawa mereka ke tingkat yang lebih tinggi dalam balapan. Marini meyakini bahwa kompetisi untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2025 akan banyak dipengaruhi oleh performa kedua pembalap ini.
Advertisement
Dia juga berpendapat bahwa dominasi dalam perebutan gelar juara dunia kemungkinan besar akan jatuh kepada Bagnaia dan Marquez, terutama jika tim lain seperti Aprilia dan KTM tidak dapat meningkatkan performa mereka. Hal ini akan menjadi tantangan bagi tim-tim tersebut untuk bersaing dengan kekuatan Ducati.
"Dengan Pecco dan Marc berada dalam satu tim, mereka akan saling mendorong satu sama lain untuk meningkatkan kemampuan mereka," ungkap Marini kepada Crash.net.
"Jika Aprilia dan KTM tidak mampu mencapai level Ducati, kita bisa melihat mereka berdua bertarung untuk meraih kemenangan di setiap balapan," tambahnya.
Apakah Marquez dan Pecco Bagnaia akan tetap kompak hingga akhir musim?
Duet antara Pecco Bagnaia dan Marc Marquez sering kali dijuluki sebagai The Dream Team, dan mereka dianggap sebagai satu-satunya pasangan yang dapat menandingi duo Yamaha, yaitu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Namun, masalah muncul karena kolaborasi antara Lorenzo dan Rossi dikenal sangat tidak harmonis.
Hubungan keduanya yang begitu tegang membuat Yamaha terpaksa membatasi akses ke garasi masing-masing pembalap. Pertanyaannya sekarang, apakah kemitraan antara Bagnaia dan Marquez akan berjalan harmonis sepanjang tahun 2025, atau justru akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja?
Yang jelas, Marc Marquez, yang dikenal sangat ambisius, telah menyatakan bahwa kepentingan tim adalah prioritas utamanya. Ia menegaskan, "Kami ingin bekerja dan menang sebagai sebuah tim. Bukan siapa yang menang, tapi tim dan semua orang di Ducati yang bisa menang. Maka mari kita lihat pada akhirnya di mana posisi kami di klasemen."