Jajaran Polresta Tangerang meringkus 6 orang komplotan pembunuh sadis. Mereka membunuh 2 orang di lokasi berbeda. Diduga kuat aksi ini dipicu balas dendam.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Sinto Silitonga mengatakan, dalam melakukan aksinya, komplotan ini membagi tugas ke dalam 2 tim. Tim pertama membunuh Yogi, sedangkan yang kedua, bertugas membunuh Okta.
Sinto menjelaskan, tim pertama yang beranggotakan tersangka Gocap, Demi, Frans, Rolex, Eki, Ebiet dijemput oleh Yosep untuk membunuh Yogi (22) di Taman Pulau tepatnya di depan KFC Cutra Raya, Tangerang.
"Kejadian pada Selasa, 14 Mei sekitar pukul 01.20 WIB. Korban tewas mengalami luka bacok di bagian bahu. Kepala bagian belakang dan lebam di wajah," ujarnya di Tangerang, Jumat (17/5/2013).
Sementara, korban kedua Okta (22) dibunuh oleh kawanan lainnya yang terdiri dari Aldo, Bram, Chandra, Andre, dan Rico. Kawanan ini membunuh Okta di Kampung Telaga Asem, Balaraja, Kabupaten Tangerang.
"Korban dibunuh tak berbeda jauh waktunya. Korban kedua dibunuh sekitar pukul 03.00 WIB. Dia mengalami luka bacok disekujur tubuh," lanjut dia.
Dituturkan Sinto, motif di balik aksi sadis kawanan ini dipicu aksi balas dendam atas tewasnya Obed Misa di depan ruko Jamsostek Citra. "Mereka memilih korban dari kelompok lawan secara acak," lanjut dia.
Polisi berhasil menangkap 6 tersangka, yaitu Eki, Demi, Frans, Aldo, Rico, dan Andre. Sementara 6 tersangka lainnya, yaitu Yosef, Gocep, Rolex, Ebiet, Bram, dan Chandra masih buron.
"Dari tangan tersangka, kami sita barang bukti berupa 3 golok, 5 unit ponsel, baju kedua korban, dan baju tersangka," tandasnya.
Kronologi Pembunuhan Yogi
Tersangka Gocap, Demi, Frans, Rolex, Eki, Ebiet dijemput Yosep mengunakan mobil Timor warna biru. Di dalam mobil itu, para pelaku sudah membawa 6 bilah golok.
Rombongan pertama yang sebelumnya bertemu dengan rombongan kedua di pintu keluar tol Bitung, langsung mencari korban dengan cara acak. Sampai di Taman Pulau, tepatnya di depan KFC Cutra Raya, komplotan akhirnya bertemu dengan target yang sedang berlari dari arah danau ke arah taman.
Mobil yang ditumpangi tersangka kemudian mengejar Yogi. Gocap menendang dan membacok bahu korban, Ebiet kemudian menarik bahu korban hingga jatuh diikuti Eki yang juga membacok korban, Rolex dan Frans lalu membacok kepala belakang korban, sedangkan Demi memukul wajah korban.
Yosef sempat turun, tapi kemudian masuk kembali setelah mendengar suara letusan senjata. Kawanan kemudian kabur ke arah gerbang luar Perum Citra.
Pembunuhan Okta
Rombongan kedua yang beranggotakan Aldo, Bram, Chandra, Andre dan Rico mengambil 2 golok dari rombongan pertama di pintu keluar Tol Bitung. Rombongan ini bergerak dari Locus arah gerbang keluar Citra. Kemudian memutar di bundaran 1.
Di situlah, rombongan kedua ini melihat ada sasaran, yaitu Okta yang sedang berdiri dekat taman hias. Lalu rombongan berhenti dan menghampiri Okta. Aldo turun dan menikam, Rico mengayunkan golok ke arah korban, dan Andre memukul korban.
Sementara Bram dan Candra bertahan di dalam mobil. Okta meninggal di tempat, sedangkan rombongan pembunuh kabur. (Riz)
Advertisement