Sambut Kesepakatan Gencatan Senjata, Ribuan Warga Palestina Kembali ke Rafah

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 19 Januari 2025, 17:25 WIB
Sambut Kesepakatan Gencatan Senjata, Ribuan Warga Palestina Kembali ke Rafah
Menyambut pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata dalam perang antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, ribuan warga pengungsi Palestina telihat kembali ke Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 19 Januari 2025. Sempat mengalami penundaan sekitar tiga jam, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza dinyatakan mulai berlaku per Minggu 19 Januari 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, disambut meriah oleh ribuan pengungsi Palestina yang selama ini hidup berpindah-pindah. Mereka berharap kesepakatan gencatan senjata membuka peluang kemungkinan mengakhiri perang yang terjadi selama hampir 15 bulan dan memakan korban puluhan ribu jiwa serta melukai ratusan ribu lainnya. Kesepakatan gencatan senjata diharapkan bisa membuka peluang berakhirnya perang yang disebut-sebut sebagai genosida Israel di Gaza.
Seorang perempuan muda mengenakan gaun dengan warna bendera Palestina saat orang-orang kembali ke Rafah, Jalur Gaza selatan pada 19 Januari 2025. (Eyad BABA/AFP)
Menyambut pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata dalam perang antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, ribuan warga pengungsi Palestina telihat kembali ke Rafah, Jalur Gaza selatan. (Eyad BABA/AFP)
Sempat mengalami penundaan sekitar tiga jam, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza dinyatakan mulai berlaku per Minggu 19 Januari 2025. (Eyad BABA/AFP)
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, disambut meriah oleh ribuan pengungsi Palestina yang selama ini hidup berpindah-pindah. (Eyad BABA/AFP)
Mereka berharap kesepakatan gencatan senjata membuka peluang kemungkinan mengakhiri perang yang terjadi selama hampir 15 bulan dan memakan korban puluhan ribu jiwa. (Eyad BABA/AFP)
Kesepakatan gencatan senjata sangat diharapkan bisa membuka peluang berakhirnya perang yang disebut-sebut sebagai genosida Israel di Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Untuk diketahui, perang antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu. (Eyad BABA/AFP)
Otoritas kesehatan setempat mengatakan perang yang terjadi hampir 15 bulan tersebut telah menewaskan hampir 47.000 warga Palestina yang sebagian besar wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 110.700 lainnya. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya