Krisis Pangan, Pengungsi Palestina Rela Berdesakan Demi Dapatkan Makanan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 17 Januari 2025, 15:55 WIB
Krisis Pangan, Pengungsi Palestina Rela Berdesakan Demi Dapatkan Makanan
Serangan militer Israel di Jalur Gaza yang memanas sejak 7 Oktober 2023 lalu telah menciptakan sejumlah krisis kemanusiaan, termasuk pangan dan kesehatan. Untuk mendapatkan makanan, para pengungsi Palestina harus berjuang ekstra ketika bantuan pangan datang. Mereka rela antre berjam-jam di bawah terik matahari sambil berdesakan dengan yang lainnya untuk mendapatkan makanan. Serangan udara ditambah dengan aksi blokade bantuan kemanusiaan oleh militer Israel di Gaza telah menciptakan sejumlah krisis, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Warga, termasuk anak-anak pengungsi Palestina berkumpul untuk menerima bantuan makanan yang didistribusikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah pada 16 Januari 2025. (Eyad BABA/AFP)
Serangan militer Israel di Jalur Gaza yang memanas sejak 7 Oktober 2023 lalu telah menciptakan sejumlah krisis kemanusiaan, termasuk pangan dan kesehatan. (Eyad BABA/AFP)
Untuk mendapatkan makanan, para pengungsi Palestina harus berjuang ekstra ketika bantuan pangan datang. (Eyad BABA/AFP)
Mereka rela antre di tengah terik matahari untuk mendapatkan makanan. (Eyad BABA/AFP)
Krisis pangan di Gaza membuat pengungsi rela mengantri panjang berjam-jam di bawah terik matahari sambil berdesakan dengan yang lainnya. (Eyad BABA/AFP)
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan 46.707 orang tewas akibat serangan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu. Sementara, 110.265 orang lainnya terluka. (Eyad BABA/AFP)
Serangan militer ditambah dengan aksi blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel di Gaza telah menciptakan sejumlah krisis, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya