Badai Ungkap Makna Lagu Sakit Dua Kali dan Prosesnya: Sorot Kisah Cinta Gen Z yang Dipaksakan hingga Aransemen Digarap Orang Lain

Memulai produktivitasnya kembali di industri musik Tanah Air, Badai telah menelurkan karya berupa lagu-lagu baru, termasuk single yang sudah rilis berjudul "Sakit Dua Kali".

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 16 Januari 2025, 17:30 WIB
Musisi Doadibadai Hollo yang memiliki panggilan sekaligus nama panggung Badai, saat kunjungan media untuk wawancara khusus bersama Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, Rabu (15/1/2025). (Foto: Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Musisi Doadibadai Hollo atau yang akrab disapa Badai, kini memulai produktivitasnya kembali di industri musik Tanah Air dengan menjalani sejumlah proyek. Salah satunya tentu saja menelurkan karya berupa lagu-lagu baru. Terbaru, Badai merilis single berjudul "Sakit Dua Kali".

Single "Sakit Dua Kali" telah diluncurkan pada 22 November 2024. Video musik lagu ini juga telah ditayangkan melalui kanal YouTube NAGASWARA POP pada 13 Januari 2025 lalu. Mendengarkan liriknya, perasaan sakit yang sangat dalam, seolah tercurahkan di tiap bait lagu ini.

Biarpun lagu ini terkesan seperti pengalaman pribadi Badai, rupanya musisi yang juga mantan personel grup musik Kerispatih ini terinspirasi dari kisah cinta para Gen Z. Menariknya, Badai menyorot satu isu yang pernah ditemuinya, yakni perbedaan yang sangat timpang di antara mereka, namun tetap memaksakan hubungan hingga akhirnya merasakan sakit dua kali.

"Jadi tahun 2025 ini sebenarnya gua sudah masuk ke single kedua. Single pertamanya itu Januari 2024. Ini single kedua judulnya, 'Sakit Dua Kali', lebih menceritakan tentang hubungan yang sebenarnya sudah enggak jelas juntrungannya, sudah tak bisa diteruskan, karena beberapa perbedaan. Lebih kepada perbedaan agama, sih, perbedaan rumah ibadah," ujar Badai saat berkunjung ke kantor Liputan6.com di Gedung KLY, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

"Khususnya, gua meng-capture beberapa kejadian yang dialami para Gen Z sekarang yang sebenarnya sudah tak bisa dilanjutkan, tapi mereka tetap memaksakan ini untuk terus berjalan," sambung Badai.

 


Pesan yang Disampaikan dalam Sakit Dua Kali

Musisi Doadibadai Hollo yang memiliki panggilan sekaligus nama panggung Badai, saat kunjungan media untuk wawancara khusus bersama Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, Rabu (15/1/2025). (Foto: Herman Zakharia)

Lebih lanjut, Badai mengatakan bahwa melalui lagu "Sakit Dua Kali" ini, ia berusaha untuk menyampaikan pesan bahwa tak seharusnya cinta yang bersemi di antara dua insan muda, terhalang oleh perbedaan tersebut.

"Cuma message-nya adalah, sebenarnya perbedaan seperti ini tidak harus terjadi dan tidak harus menghalangi dua insan yang saling mencintai," ungkap Badai.

"Karena sebenarnya, cinta itu datang untuk menyatukan, bukan karena ada perbedaaan seperti ini, akhirnya sebuah hubungan cinta sejati itu tidak bisa diteruskan. Ini kan masih jadi pembahasan serta pro dan kontra," lanjutnya.

Lanjut Baca:

Melanjutkan pernyataan sebelumnya, Badai mengaku bahwa lirik di dalam lagu barunya ini tak hanya menyorot perbedaan keyakinan semata. Ia juga melihat adanya faktor lain yang membuat hubungan cinta tak bisa berlanjut namun tetap dipaksakan. "Gua melihat bukan cuma perbedaan agama saja, tapi juga perbedaan status ekonomi, suku, ras, kultur, dan segala macam, itu juga bisa menyebabkan percintaan itu gagal," ujarnya. "Nah, gua meng-capture itu. Sudah jelas tak bisa, tapi dilanjutkan, akhirnya sakitnya double, jadinya 'Sakit Dua Kali'," ia menyambung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya