Nama Pangdam Iskandar Muda Dicatut untuk Memeras

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya gusar karena namanya dicatut untuk memeras warga. Pelaku meminta sejumlah dana melalui telepon untuk kebutuhan Operasi Terpadu di Aceh.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Juli 2003, 05:24 WIB
Liputan6.com, Banda Aceh: Pangdam Iskandar Muda yang juga Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Nanggroe Aceh Darussalam Mayor Jenderal TNI Endang Suwarya menyatakan, ada pihak yang mencatut namanya. "Mereka mengatasnamakan PDMD untuk meminta uang dengan alasan untuk kepentingan operasi darurat militer," kata Endang kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (21/7).

Dalam operasinya, menurut Endang, pelaku menghubungi sasarannya melalui telepon. Setelah tersambung mereka mengaku sebagai orang yang diperintah langsung Endang Suwarya dengan menyebutkan sejumlah uang untuk kebutuhan operasi terpadu. Namun, belum diketahui jumlah korban dalam kasus pencatutan nama tersebut.

Masih dari Banda Aceh, malam tadi, warga Lampineun, Kecamatan Kuta Alam, sempat panik menyusul ditemukannya bom rakitan yang dilengkapi timer. Bom tersebut pertama kali ditemukan seorang warga setelah mencurigai sebuah bungkusan dalam kantung plastik hitam di dekat SMU 4 Lampineun. Warga kemudian melaporkan penemuan bom rakitan tersebut. Tak berselang lama, Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Aceh datang ke lokasi dan berhasil menjinakkan bom.

Sebelumnya, ledakan bom rakitan terjadi di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya antara Lhoksukon dan Lhokseumawe. Ledakan terjadi saat rombongan pasukan TNI melintas dari Desa Cot Gireup menuju Lhokseumawe. Kendati begitu, insiden ini tak menimbulkan korban. Diduga, bom tersebut ditanam Gerakan Aceh Merdeka [baca: Ledakan Bom Mengguncang Aceh Utara].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya