Tony Vialy Kenang Pesan Terakhir Mendiang Galang Rambu Anarki Putra Iwan Fals untuk Bunga

Sebelum Galang Rambu Anarki berpulang untuk selamanya, ia tetap memikirkan keutuhan band Bunga dan menitipkannya kepada Tony Vialy.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 09 Januari 2025, 16:00 WIB
Grup band Bunga saat wawancara khusus dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (8/1/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menelusuri dunia musik Indonesia, generasi 1990-an dan awal 2000-an tentu ingat grup musik Bunga. Menjelajahi secara mendalam, band Bunga yang berdiri sejak 1996 ini tak lepas dari sosok Galang Rambu Anarki, personel yang juga mengisi posisi gitaris.

Berdirinya Bunga berawal dari beberapa pencinta musik yang menjalin pertemanan akrab hingga akhirnya membentuk grup musik. Kala itu, formasi Bunga terdiri Tony Vialy (vokal), Danial (bas), Oka (drum) dan Erry (gitar), dan mendiang Galang Rambu Anarki (gitar).

Tony Vialy mengaku menjalin persahabatan dengan Galang Rambu Anarki selama mengibarkan Bunga di industri musik Tanah Air. Persahabatan keduanya juga didasari atas dasar rasa hormat Tony Vialy terhadap mendiang putra Iwan Fals itu.

Pasalnya, Galang tetap memikirkan rekan-rekannya di Bunga sewaktu ia hendak diorbitkan sebagai solis oleh seorang produser musik kala itu. Bahkan sebelum Galang Rambu Anarki meninggal dunia, ia tetap memikirkan keutuhan band Bunga dan menitipkannya kepada Tony Vialy.

"Jadi dulu itu para produser selektif dalam melihat musisi untuk diorbitkan, kayak juara festival atau punya banyak koneksi. Itu yang biasanya ditarik, dilihat juga yang massanya banyak. Kebetulan kami saat itu Galang yang dilirik produser, karena anak Iwan Fals juga. Akhirnya rekaman," ujar Tony Vialy saat berkunjung ke kantor Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, Rabu (9/1/2025).

"Waktu itu si produser tadinya mau sama Galang saja, tapi Galang enggak mau, 'Kalau mau rekaman lagu saya itu sama Bunga, bukan saya sendiri.' Nah itu yang membuat saya akhirnya menghargai sekali Galang. Bahkan sampai saat ini, setelah menyanyikan lagu 'Kasih' saya selalu bilang, 'Untuk mengenang Galang.' Bahkan fotonya pun masih saya tempel. Karena Bunga itu kan salah satu pendirinya, motornya, ya dia (Galang)," sambung Tony.

 


Melanjutkan Bunga karena Teringat Pesan Terakhir Galang

Grup band Bunga saat wawancara khusus dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (8/1/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tony pun mengenang pesan terakhir Galang Rambu Anarki saat menceritakan alasannya tetap mempertahankan Bunga agar tidak bubar. Beberapa hari sebelum meninggal dunia, Galang sempat berpesan kepada Tony agar Bunga tetap eksis selamanya.

Lanjut Baca:

p>"Jadi ada kondisi di mana saya harus rehab dan posisi vokal Bunga digantikan Anda (untuk album ketiga). Tapi Anda sibuk dengan soundtrack film... Setelah itu, Bunga sempat terbengkalai... Pada saat saya rehab, saya bilang ke basis (Danial), 'Gua kan rehab, tolong lu jaga supaya jangan bubar, karena ini permintaan Galang," jelas Tony. "Galang sebelum meninggal itu pernah ngomong, 'Bunga jangan bubar... Ton, lo pegang Bunga, Ton!' Gua bingung kan, 'Memang lu mau ke mana?' Terus pas mau tidur, 'Ton, Bunga titip, ya.' 'Memang mau ke mana sih, lu? Sudah tidur saja.' Tiga hari kemudian meninggal. Jadi kayak semacam pesan yang sebaiknya dijaga," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya