Gara-Gara Uang <i>Gopek</i>, Joko Nekat Gantung Diri

Joko Sudirman nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri setelah sang istri meminta uang Rp 500 untuk membeli sabun. Jenazah warga Serang itu ditemukan pertama kali oleh sang istri, sepulang dari warung.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Juli 2003, 23:42 WIB
Liputan6.com, Serang: Himpitan hidup yang berat terkadang bisa membuat seseorang menjadi gelap mata. Bahkan uang Rp 500 pun bisa mendatangkan petaka. Lebih kurang mungkin itulah yang dilakukan Joko Sudirman. Akibat tekanan ekonomi yang terus mendera, warga Serang, Banten, itu nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Jumat (18/7) siang. Keputusan fatal tersebut diambil Joko setelah sang istri meminta uang Rp 500 untuk membeli sabun.

Keluarga Joko adalah sosok keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Betapa tidak, profesi Joko sebagai buruh bangunan dan tukang becak harus menghidupi seorang istri dan empat anak. Persoalan acap muncul di keluarga Joko jika sudah berbicara masalah keuangan. Dan siang tadi sebelum salat Jumat, boleh dibilang puncak dari keruwetan yang dirasakan Joko.

Saat itu, sang istri meminta uang Rp 500 kepada Joko untuk membeli sabun. Namun karena sehari sebelumnya tidak mendapat penumpang maupun order membangun, Joko mengaku tidak punya uang. Sang istri pun marah-marah dan berusaha menggeledah kantong sang suami. Rupanya sang istri menemukan uang Rp 500 dan langsung diambilnya. Ia pun kemudian pergi keluar rumah.

Beberapa saat kemudian, sang istri kembali dari warung. Namun alangkah kagetnya ia ketika mendapati Joko sudah tergantung di kamar. Seketika paniklah sang istri. Bersama tetangga, ibu empat anak itu berusaha menurunkan jenazah Joko. Peristiwa itu selanjutnya ditangani kepolisian setempat. Dan untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah Joko dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

Lain Joko, berbeda pula yang dilakukan Suharman, warga Kampung Rawa Tengah RT13/RW5 Galur, Senen, Jakarta Pusat. Belum lama ini, ia juga ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Diduga, pria berusia 60 tahun itu nekat bunuh diri karena penyakit stroke yang diidapnya tak kunjung sembuh [baca: Kecewa dengan Penyakit, Seorang Kakek Gantung Diri]. Saat ditemukan pertama kali oleh cucunya, Desi, jenazah Suharman dalam keadaan tergantung di tangga lantai dua. Menurut anggota keluarga, Suharman tengah menderita penyakit stroke berat sejak setahun silam. Bahkan, rencananya saat itu akan menjalani operasi.(DEN/Aldrin Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya