Sikap Ruben Amorim Berbeda dan Terlihat Marah Usai Manchester United Tahan Imbang Liverpool

Legenda Manchester United mengatakan penampilan MU lawan Liverpool memberikan gambaran sekilas tentang apa yang dapat dilakukan tim ini di bawah bimbingan Amorim.

oleh Achmad Yani YustiawanDiperbarui 08 Januari 2025, 17:36 WIB
Arne Slot dan Ruben Amorim pada pertandingan Liverpool kontra MU di ajang Liga Inggris. (Darren Staples / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Ruben Amorim menunjukkan sikap berbeda saat memberikan keterangan pada media usai Manchester United bermain imbang 2-2 dengan Liverpool di Anfield, pada laga lanjutan Liga Inggris 202/2025, Minggu (5/1/2025).

Amorim, seperti dilaporkan reporter Sky Sports, terlihat marah saat wawancara setelah mengklaim hasil seri di kandang Liverpool. Sebelum pertandingan itu, MU kalah empat kali berturut-turut dan kekalahan telak di kandang sendiri dari Newcastle membuat Amorim mengakui bahwa timnya sedang berjuang menghindari degradasi.

Namun yang mengejutkan banyak orang, mereka tampil mengesankan melawan Liverpool, bahkan sempat memimpin melalui Lisandro Martinez tepat setelah turun minum.

Tapi, gol dari Cody Gakpo dan Mo Salah membalikkan keadaan bagi The Reds sebelum Amad Diallo menyamakan kedudukan pada menit ke-80. Harry Maguire memiliki peluang emas untuk memenangkannya di akhir pertandingan bagi United tetapi usahanya melambung di atas mistar gawang.

Mantan pemain Setan Merah, Gary Neville, mengatakan penampilan itu adalah penampilan terbaik United di bawah Amorim dan memberikan gambaran sekilas tentang apa yang dapat dilakukan tim ini di bawah bimbingannya.


Manchester United Masih Belum Tujukkan Kualitas Terbaiknya

Duel antara Liverpool kontra Manchester United (MU) dalam laga pekan ke-20 Premier League 2024/2025 di Anfield, Minggu (5/1/2025) malam WIB. Liverpool dan MU bermain imbang 2-2 dalam pertandingan ini. (Darren Staples / AFP)

Meskipun ada perasaan positif yang muncul dari pertandingan itu, Amorim berada dalam kondisi paling marah pascapertandingan dan mengatakan itu karena di laga terakhir lainnya mereka tidak menunjukkan kualitas mereka.

"Anda dapat melihat dalam pertandingan itu bahwa itu bukan berarti kami tidak menderita sepanjang waktu karena kami menguasai bola, terkadang memenangkan beberapa pelanggaran dan mengendalikan transisi," kata Amorim kepada Sky Sports.

"Itu pertandingan yang bagus. Saya senang dengan penampilannya, tetapi saya tidak senang dengan hasilnya. Tetapi saya benar-benar marah karena pertandingan-pertandingan lainnya," ujarnya.


Ruben Amorim Beri Apresiasi pada Pemainnya

Bek Liverpool asal Irlandia Utara Conor Bradley (tengah) beradu dengan gelandang Manchester United asal Argentina Alejandro Garnacho (kanan) selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Anfield di Liverpool, Inggris barat laut pada tanggal 5 Januari 2025.Darren Staples / AFP

"Saya pikir kami seharusnya marah dan kecewa - lebih dari hari-hari sebelumnya melawan Newcastle, Bournemouth dan Nottingham [Forest]. Hari ini kami benar-benar kecewa."

Amorim meski sempat mengungkapkan rasa frustrasi. diaa memberi selamat kepada para pemainnya atas penampilan mereka melawan Liverpool. Saat Amorim diberi tahu soal "kemarahan terbesar" yang pernah dilihat setelah pertandingan, pria berusia 39 tahun itu menjawab: "Ya, terkadang seperti itu. Terkadang semua orang lebih marah kepada para pemain saya dan saya harus melakukan yang sebaliknya.

Lanjut Baca:

"Hari ini semua orang akan mengatakan bahwa para pemain melakukan segalanya dengan benar dan saya boleh marah hari ini." Manchester United kembali beraksi pada hari Minggu ketika mereka harus menghadapi Arsenal di Stadion Emirates pada putaran ketiga Piala FA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya