Liputan6.com, Jakarta Seong Gi Hun (Lee Jung Jae) mengumpulkan sejumlah rekan-rekannya untuk menyerang markas Pink Guard dengan penuh nyali dan kenekatan. Namun harapannya untuk bebas dari permainan kematian ini ambyar, seiring dengan magasin yang mulai kosong dari peluru.
Ia memang berhasil berhadapan dengan Front Man bertopeng hitam (Lee Byun Hun) yang menjadi musuh besarnya. Namun, ia mesti membayarnya dengan satu kehilangan yang menyakitkan.
Advertisement
“Pemain 456. Cukup seru kan, berperan jadi jagoan?” kata sang Front Man. Lalu senapan pun menyalak, dan credit title pun muncul—menandai akhir dari musim kedua drakor ini.
Rupanya ending musim kedua Squid Game ini memicu rasa mangkel kepada banyak penonton. Bukannya menghadirkan konklusi apa pun, ending-nya terasa kepalang tanggung. Alih-alih menjadi musim yang berdiri sendiri, Squid Game 2 lebih terasa masuk akal bila disebut sebagai “bagian pertama” dari satu musim yang dibelah dua.
Muncul dampak lain, terutama karena Squid Game merupakan serial dengan ensemble cast. Sebagian pemain langsung terlihat menonjol—seperti transgender Hyun Ju (Park Sung Hoon) atau ibu tua Jam Geum Ha (Kang Ae Shim). Namun ada pula yang terasa belum digali secara optimal.
Bisa jadi, ini disengaja untuk ditonjolkan dalam musim ketiga Squid Game yang tayang pada 2025 mendatang. Yang jelas, pertanyaan-pertanyaan soal para karakter ini, wajib dijawab dalam musim ketiga mendatang.
Apa saja?
1. Ada Apa dengan Dae Ho?
Dalam episode awal, Kang Dae Ho (Kang Ha Neul) memperkenalkan diri sebagai seorang mantan tentara marinir. Dalam permainan demi permainan, remah-remah clue mengenai karakter yang terlihat setia bersama Song Gi Heun dkk ini mulai nampak. Mulai dari dirinya yang besar bersama kakak-kakak perempuan, dan terlihat tak nyaman saat membicarakan sang ayah.
Dalam ending musim kedua, Dae Ho yang mantan militer justru tampak ketakutan dan tak bisa bertempur saat konfrontasi dengan Pink Guards. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Dae Ho? Apakah ia mengalami PTSD saat bertugas sehingga tak mampu lagi memegang senjata? Atau justru ia berbohong soal latar belakangnya ini?