Liputan6.com, Jakarta Pakar hukum JJ Amstrong Sembiring memberikan refleksi mendalam tentang dinamika hukum di Indonesia sepanjang 2024. Menurutnya, meskipun ada pencapaian penting, banyak tantangan besar yang masih perlu diatasi, seperti isu integritas aparat hukum, fenomena sosial, hingga kasus-kasus yang menyita perhatian publik.
“Integritas aparat penegak hukum masih menjadi perhatian utama. Banyak oknum yang melanggar etik dan hukum, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan menurun,” ujar Amstrong Sembiring kepada wartawan, baru-baru ini.
Advertisement
Salah satu kasus yang paling mencuri perhatian adalah perseteruan antara Pratiwi Noviyanthi (Teh Novi) dan Agus Salim, yang melibatkan pengacara Alvin Lim, Farhat Abbas, dan selebritas Denny Sumargo. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan saling lapor antar pihak. Meski Denny Sumargo dan Farhat Abbas akhirnya berdamai, Alvin Lim tetap berencana melanjutkan somasi terhadap Teh Novi.
“Kasus ini menarik karena melibatkan figur publik dan menunjukkan bagaimana sistem hukum sering kali dipengaruhi oleh dinamika sosial dan media,” jelas Amstrong.
Kontroversi Gus Miftah dan Media Sosial
Kasus lain yang menjadi perbincangan publik melibatkan Gus Miftah, seorang pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama. Dalam sebuah video yang viral, Gus Miftah terlihat menggunakan kata-kata kasar kepada seorang penjual es teh manis bernama Sunhaji di acara "Magelang Bersholawat." Meski insiden tersebut memicu kecaman publik, sebagian masyarakat melihatnya sebagai kekhilafan kecil.
“Kesalahan manusiawi seperti ini perlu disikapi dengan bijaksana, bukan dengan kecaman berlebihan. Gus Miftah telah banyak berjasa menyebarkan nilai toleransi, dan kita harus melihat konteks yang lebih luas sebelum menghakimi,” ujar Amstrong.
Tahun 2024 juga diwarnai dengan fenomena "No Viral, No Justice," di mana keadilan baru tercapai setelah sebuah kasus viral di media sosial. Contohnya adalah kasus penganiayaan pegawai toko roti di Jakarta Timur yang baru diusut setelah videonya viral.
“Fenomena ini menunjukkan kelemahan sistem hukum kita. Media sosial seharusnya hanya menjadi alat bantu, bukan penentu keadilan,” tegas Amstrong.
Keberhasilan dan Tantangan Penegakan Hukum
Meski ada sejumlah tantangan, beberapa pencapaian penegakan hukum juga patut diapresiasi. Salah satunya adalah penangkapan Yan Zhenxing, buronan Interpol asal China yang terlibat sindikat perjudian online senilai Rp284 triliun. Selain itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap 15 kasus narkotika besar sepanjang tahun ini.