Ribuan Pemudik di Terminal Rajabasa Telantar

Ribuan calon penumpang di Terminal Rajabasa, Lampung telantar. Jadwal kedatangan dan keberangkatan di Stasiun Gambir dan Pelabuhan Merak molor. <br>

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Januari 2001, 14:01 WIB
Liputan6.com, Lampung: Ratusan bus dari Pelabuhan Bakauheni menuju Terminal Rajabasa, Lampung, terhambat di kawasan wisata Pasir Putih lantaran penumpukan kendaraan pengunjung. Akibatnya, sampai Selasa (2/1), ribuan calon penumpang dari Sumatra yang menuju Pulau Jawa jadi telantar. Bahkan, calon penumpang harus saling berebutan menaiki bus yang baru tiba di terminal.

Para pemudik yang ingin kembali ke Pulau Jawa mengeluhkan kondisi tersebut. Karena Organisasi Angkutan Darat tak menepati janji untuk menyediakan 967 armada bus. Menurut para calon penumpang, armada yang beroperasi tak sampai separuhnya. Menanggapi unek-unek tersebut, Organda berjanji bakal menambah bus dari jurusan lain.

Sementara itu, kedatangan para pemudik dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta Pusat, mengalami keterlambatan. Sebab sebuah rangkaian KA Senja Utama Solo anjlok di daerah Karanggandi, Jateng. Dengan demikian, jadwal keberangkatan dan kedatangan di stasiun itu tertunda.

Sementara itu, dari jalur Pantai Utara dilaporkan kondisi jalan terlihat lancar. Kendati demikian, sempat terjadi pengalihan arus pemudik di gerbang Tol Kanci, jalur Palimanan-Lohbener, Cirebon. Sebagian pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut dialihkan ke jalur Jatibarang. Sedangkan, di Terminal Harja Mukti, Cirebon, terjadi penumpukan penumpang. Lagi-lagi, gara-gara angkutan bus dari Jakarta dan Bandung terlambat tiba di terminal.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi Agum Gumelar, memantau jalur Pantura dengan helikopter. Selain itu, Agum juga menginspeksi mendadak beberapa terminal di daerah Cirebon. Hasilnya, diketahui masih banyak ditemukan sejumlah pelanggaran tuslah, trayek, dan tiket palsu. Untuk itu, Menhub mengharapkan semua pihak yang terkait agar turut aktif untuk menanggulang masalah tersebut.

Dari Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, dilaporkan arus balik tak menunjukkan peningkatan. Diduga lantaran puncak arus balik telah terlewati pada H+5 setelah Lebaran. Menurut data PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan sampai Selasa siang, tercatat 500 penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan. Kondisi sepi penumpang itu menyebabkan beberapa perusahaan penyeberangan terpaksa menahan kapalnya di pelabuhan. Akibatnya, jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal tak menentu.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya