Kemiripan Dunia Squid Game 2 dan Dunia Nyata, Sutradara Singgung Kondisi Politik Korsel yang Memanas

Sutradara mengutarakan kemarahannya soal kondisi politik Korea Selatan saat ini. Kata dia, ada korelasinya dengan cerita dalam Squid Game 2.

oleh Zulfa Ayu SundariDiterbitkan 13 Desember 2024, 19:00 WIB
Lee Jung Jae - Squid Game 2 (Foto: Netflix)

Liputan6.com, Jakarta Squid Game musim kedua yang dijadwakan tayang pada musim libur akhir tahun sudah ditunggu kehadirannya karena dijanjikan memiliki cerita yang lebih kompleks dan berlapis dari musim sebelumnya.

Esensi musim pertama pun tak ditinggalkan. Squid Game 2 juga masih menyorot isu-isu sosial. Hal itu disampaikan ole sutradara Hwang Dong Hyuk dalam konferensi pers di Dongdaemun Design Plaza, Seoul, belum lama ini.

"Penonton Squid Game 2 akan menemukan adegan-adegan yang mengingatkan mereka pada konflik absurd, perpecahan, dan gejolak yang terjadi tidak hanya di negara kita tetapi juga di seluruh dunia," kata Hwang Dong Hyuk dikutip dari situs The Korea Times, Jumat (13/12/2024).

"Orang-orang yang menonton Squid Game Musim 2 akan menyadari bahwa drama ini tidak jauh dari cara kita memandang dunia ini,” sambungnya.

Sang sutradara kemudian membahas kondisi politik Korea Selatan yang saat ini sedang memanas. Kata dia, akan ada kemiripan situasi dengan kisah yang diangkat dalam Squid Game 2.

Seperti diberitakan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol tiba-tiba menyatakan darurat militer pada 3 Desember, dengan alasan bahwa kekuatan pro-Korea Utara dan anti-negara harus diberantas.


Situasi Politik di Korea

Para demonstran dari kelompok buruh ikut serta dalam unjuk rasa yang digelar di luar Balai Kota, Seoul pada 12 Desember 2024. (ANTHONY WALLACE/AFP)

Komando darurat militer juga mencoba menduduki institusi legislatif, termasuk Majelis Nasional, yang memicu kemarahan publik atas penggunaan kekuatan militer oleh presiden untuk mengganggu prosedur konstitusional dan merusak prinsip pemisahan kekuasaan.

Meskipun darurat militer dicabut beberapa jam kemudian setelah Majelis Nasional mengesahkan resolusi untuk mengakhirinya keesokan harinya, warga Korea masih marah karena mosi pemakzulan terhadap presiden gagal diajukan karena sebagian besar anggota partai berkuasa memboikot pemungutan suara di parlemen.

"Saya merasa berat hati merilis Squid Game 2 di masa seperti ini. Seperti semua orang di sini, saya tidak percaya pengumuman darurat militer itu dan menyaksikan bagaimana situasinya berkembang, terjaga sepanjang malam," kata Hwang.

"Sebagai warga negara, saya marah karena seluruh rakyat tidak bisa tidur dan harus turun ke jalan (untuk demonstrasi) serta menghabiskan musim akhir tahun dengan rasa takut dan depresi akibat kejadian absurd ini," tambahnya.

Lanjut Baca:

Kata sang sutradara, Squid Game 2 akan mengalami perubahan terbesar — pemungutan suara untuk melanjutkan atau menghentikan permainan sekarang dilakukan setelah setiap ronde. Di musim sebelumnya, pemungutan suara ini hanya dilakukan sekali sepanjang acara, tetapi format baru di Musim 2 bertujuan untuk menyoroti perpecahan dan konflik di antara para peserta dengan memaksa mereka membuat keputusan lebih sering. “Bukan hanya situasi di negara kita saat ini, tetapi pemilihan presiden AS juga baru saja berakhir. Akan menarik untuk mengaitkan pemungutan suara ini dengan dunia nyata," kata Hwang Dong Hyuk.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya