Belasan Anggota GAM Menyerahkan Diri

Sebanyak 15 anggota GAM--seorang di antaranya Inong Bale--menyerahkan diri kepada TNI di Kecamatan Juli, Bireun, Aceh. Sebagian besar adalah informan GAM.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Juli 2003, 22:57 WIB
Liputan6.com, Bireun: Lima belas anggota Gerakan Aceh Merdeka menyerahkan diri kepada pasukan Batalyon 301/Siliwangi di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam, baru-baru ini. Seorang di antaranya adalah anggota Inong Bale atau pasukan wanita GAM. Penyerahan diri belasan anggota kelompok separatis ini menyusul imbauan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat. Imbauan itu mengharapkan para anggota GAM dan simpatisannya kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk sementara, 15 anggota GAM itu diperbolehkan pulang meski dikenai wajib lapor.

Kepada personil Yon 301 di Desa Tepin Manek, Kecamatan Juli, mereka mengaku secara sadar dan sukarela menyerahkan diri. Dari 15 orang itu, seorang di antaranya mengaku menyerahkan diri karena seorang saudara kandungnya yang juga anggota GAM tewas saat baku tembak dengan personel TNI, beberapa waktu silam. Lantaran itulah, orang tuanya meminta dirinya menyerah secara sukarela.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SCTV, mereka menyerahkan diri mulai 1 Juli hingga hari ini. Penyerahan diri tersebut berlangsung tiga gelombang. Mereka umumnya bertindak sebagai pemberi informasi kepada GAM mengenai kedudukan pasukan TNI. Selain itu, mereka mengaku bekerja secara bergiliran selama 24 jam dan berkomunikasi menggunakan handy talkie.

Seorang anggota Inong Bale yang bernama Nur mengaku mendapat tugas mencari data jumlah penduduk. Termasuk mendata harta kekayaan penduduk setempat. Selanjutnya, data-data yang terkumpul itu digunakan buat kepentingan Pajak Nanggroe--pajak yang dikutip anggota GAM dari para penduduk Serambi Mekah. "Saya baru sadar data yang saya kumpulkan itu digunakan GAM untuk menagih pajak," ucap Nur.

Semenjak Darurat Militer diberlakukan di Tanah Rencong--19 Mei silam--sudah banyak anggota GAM yang menyerahkan diri kepada pasukan gabungan TNI/Polri. Termasuk sejumlah panglima wilayah dan panglima sagoe GAM. Terakhir, Jumat pekan silam, seorang anggota GAM di wilayah Kabupaten Tamiyang, menyerahkan diri sambil membawa sepucuk senjata api AK-47 dan seratus amunisi. Pria warga Kampung Kramat, Kecamatan Bendara, Aceh Utara, ini mengaku menjadi GAM sejak November 2002. Pria yang mengaku bergabung menjadi GAM karena kagum akan seragamnya ini mengaku sempat mendapatkan pelatihan selama 45 hari bersama seratus orang lainnya [baca: Kontak Senjata di Lhokseumawe, Delapan GAM Tewas].

Di kawasan Pangwa, Kecamatan Meuredu, Pidie, hari ini, polisi menangkap Fauzi Muktar. Dia diduga kuat membakar 20 gedung sekolah di Kabupaten Pidie. Di hadapan polisi, Fauzi mengakui seluruh perbuatannya dan mengaku dibayar Rp 200 ribu untuk setiap bangunan sekolah yang dibakar. Namun, dari 20 sekolah yang dibakar, Fauzi mengaku baru mendapat bayaran untuk satu sekolah.

Fauzi menambahkan, tugas membakar puluhan sekolah itu atas perintah petinggi GAM setempat bernama Abdullah Ahmad. Selain membakar sekolah, Fauzi juga pernah mengikuti latihan militer dan menyerang Kantor Kepolisian Sektor Meuredu bersama 20 rekannya. Dengan ditangkapnya Fauzi, berarti telah lima tersangka pembakar sekolah yang diciduk polisi [baca: Menko Polkam: Operasi Terpadu Sesuai Target].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya