Kelompok vokal Sparkling siap menjajaki karir di panggung hiburan. Kwartet yang diperkuat Maria, Shelya, Natasha, dan Genia ini diklaim mentornya, Trie Utami bukan sebagai girlband yang sekarang sedang merajai pasar musik Tanah Air.
Ii-panggilan akrab Trie Utami- beralasan, bukan menjadi hal mudah buat menelurkan sebenar-benarnya penyanyi tanpa diikuti embel-embel tampang menarik, pintar menari, dan dengan musik pasaran. Makanya, sebagai penata suara di album teranyar Sparkling, Ii merasa butuh waktu lama memutuskan merilis rangkuman lagu-lagu tersebut kepada masyarakat
"Karena tidak mudah menyanyi dengan cara dan teknik yang benar dan berkualitas," kata adik kandung komposer Purwacaraka ini saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2013)
Sparkling yang dibidani dari hasil kompetisi milik sebuah mini market itu diakui Ii bisa menjadi patokan kembalinya kelompok vokal di era 80 dan 90an. "Dalam kurun waktu 10 tahun ini belum ada regenerasi vokal group yang bisa sajikan lagu dengan kelompok suara bagus," ujarnya.
Karena itu, Ii menyebut Sparkling sebagai contoh keseriusan penggarapan dan penyajian sebuah karya seperti yang dilakoni kelompok vokal Elfa's Singer, B3 (dulu bernama AB Three), dan Warna.
Dari sisi lagu pun, Sparkling tak latah mengusung genre K-pop dengan tempo cepat itu. Hal itu diwujudkan diwujudkan lewat pengadaptasian ulang lagu-lagu yang sempat populer di tahun 1980 sampai 2000an kepunyaan para maestro Indonesia. Lagu itu antara lain, Surat Cinta (Oddie Agam), Melayang (Dian PP dan Deddy Dhukun), Sekali Ini Saja (Glenn Fredly) dan beberapa karya lainnya. (Fei)
Ii-panggilan akrab Trie Utami- beralasan, bukan menjadi hal mudah buat menelurkan sebenar-benarnya penyanyi tanpa diikuti embel-embel tampang menarik, pintar menari, dan dengan musik pasaran. Makanya, sebagai penata suara di album teranyar Sparkling, Ii merasa butuh waktu lama memutuskan merilis rangkuman lagu-lagu tersebut kepada masyarakat
"Karena tidak mudah menyanyi dengan cara dan teknik yang benar dan berkualitas," kata adik kandung komposer Purwacaraka ini saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2013)
Sparkling yang dibidani dari hasil kompetisi milik sebuah mini market itu diakui Ii bisa menjadi patokan kembalinya kelompok vokal di era 80 dan 90an. "Dalam kurun waktu 10 tahun ini belum ada regenerasi vokal group yang bisa sajikan lagu dengan kelompok suara bagus," ujarnya.
Karena itu, Ii menyebut Sparkling sebagai contoh keseriusan penggarapan dan penyajian sebuah karya seperti yang dilakoni kelompok vokal Elfa's Singer, B3 (dulu bernama AB Three), dan Warna.
Dari sisi lagu pun, Sparkling tak latah mengusung genre K-pop dengan tempo cepat itu. Hal itu diwujudkan diwujudkan lewat pengadaptasian ulang lagu-lagu yang sempat populer di tahun 1980 sampai 2000an kepunyaan para maestro Indonesia. Lagu itu antara lain, Surat Cinta (Oddie Agam), Melayang (Dian PP dan Deddy Dhukun), Sekali Ini Saja (Glenn Fredly) dan beberapa karya lainnya. (Fei)