Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Amerika serikat (AS) untuk bekerja sama dalam pengembangan gas metana batu bara (CBM) dan shale gas di Indonesia.
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan kerja sama tersebut dilakukan karena AS cukup berpengalaman dalam pengembangan CBM dan shale gas.
"Pengalaman AS dapat kita pakai untuk mempercepat pengembangan tersebut," kata Susilo dalam acara Regional Workshop on The Changing Global Gas Market and Unconventional Gas, di Hotel Grand Melia, Jakarta, senin (6/4/2013).
Selain berpengalaman di bidang teknis, AS juga yang terbilang sudah cukup lama memproduksi shale gas sehingga berpengalaman pada regulasi, keselamatan, dan segi operasional.
Menurut dia, pengembangan gas yang berasal dari batu bara tersebut sangat baik untuk ketahanan energi Indonesia serta bisa membantu negara lain yang belum bisa menikmati energi.
"Kalau Indonesia bisa mensuplai energi itu akan membantu dunia, termasuk melistriki dua miliar penduduk belum dapat listrik," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Edi Hermanto mengatakan produksi shale gas bisa meningkatkan produksi minyak mencapai 700 ribu bph sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi.
"Ini dapat mengembangkan pangan dan energi, kami berharap akan mengembangkan gas tersebut di Indonesia," pungkasnya. (Pew/Ndw)
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan kerja sama tersebut dilakukan karena AS cukup berpengalaman dalam pengembangan CBM dan shale gas.
"Pengalaman AS dapat kita pakai untuk mempercepat pengembangan tersebut," kata Susilo dalam acara Regional Workshop on The Changing Global Gas Market and Unconventional Gas, di Hotel Grand Melia, Jakarta, senin (6/4/2013).
Selain berpengalaman di bidang teknis, AS juga yang terbilang sudah cukup lama memproduksi shale gas sehingga berpengalaman pada regulasi, keselamatan, dan segi operasional.
Menurut dia, pengembangan gas yang berasal dari batu bara tersebut sangat baik untuk ketahanan energi Indonesia serta bisa membantu negara lain yang belum bisa menikmati energi.
"Kalau Indonesia bisa mensuplai energi itu akan membantu dunia, termasuk melistriki dua miliar penduduk belum dapat listrik," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Edi Hermanto mengatakan produksi shale gas bisa meningkatkan produksi minyak mencapai 700 ribu bph sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi.
"Ini dapat mengembangkan pangan dan energi, kami berharap akan mengembangkan gas tersebut di Indonesia," pungkasnya. (Pew/Ndw)