Liputan6.com, Wamena: Seorang warga Mamena, Jayapura, Papua, tewas dan dua lainnya luka-luka terkena tembakan polisi menyusul insiden pengibaran Bendera Bintang 14, Ahad (7/7). Penembakan terjadi ketika sekitar 20 warga Wamena tidak mengindahkan larangan polisi agar tidak mengibarkan Bendera Bintang 14.
Reporter SCTV Ruba`i Kadir melaporkan, puluhan warga yang terlibat dalam insiden itu kini ditahan di Polres Jayawijaya. Sedangkan sebagian lagi berhasil meloloskan diri dan kabur ke hutan. Suasana di Wamena masih mencekam. TNI dan polisi berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Pihak Komando Resor Militer Militer 174 Wiradarma Prajawirajakti membenarkan insiden penembakan yang didahului pengibaran Bendera Bintang 14 di depan Kantor DPRD Wamena itu. Bendera Bintang 14 adalah identitas kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelompok ini menganggap dirinya adalah keturunan Melanesia Barat.
Desember tahun silam, Edison Waromi, Herman Wanggai, dan Jordan ditangkap Kepolisian Resor Jayapura, juga karena mengibarkan Bendera 14 di Universitas Cenderawasih. Pengibaran Bendera 14 saat itu adalah untuk memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Melanesia Barat [baca: Tersangka Pengibar Bintang 14 Ditahan].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Reporter SCTV Ruba`i Kadir melaporkan, puluhan warga yang terlibat dalam insiden itu kini ditahan di Polres Jayawijaya. Sedangkan sebagian lagi berhasil meloloskan diri dan kabur ke hutan. Suasana di Wamena masih mencekam. TNI dan polisi berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Pihak Komando Resor Militer Militer 174 Wiradarma Prajawirajakti membenarkan insiden penembakan yang didahului pengibaran Bendera Bintang 14 di depan Kantor DPRD Wamena itu. Bendera Bintang 14 adalah identitas kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelompok ini menganggap dirinya adalah keturunan Melanesia Barat.
Desember tahun silam, Edison Waromi, Herman Wanggai, dan Jordan ditangkap Kepolisian Resor Jayapura, juga karena mengibarkan Bendera 14 di Universitas Cenderawasih. Pengibaran Bendera 14 saat itu adalah untuk memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Melanesia Barat [baca: Tersangka Pengibar Bintang 14 Ditahan].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)