Liputan6.com, Medan: Para pengusaha bus jurusan Medan-Banda Aceh, baru-baru ini, mengalihkan trayek angkutan menuju sejumlah daerah untuk menutup kerugian yang lebih besar. Langkah ini sebagai dispensasi pihak Dinas Perhubungan Sumatra Utara dan Direktorat Jenderal Angkutan Darat, mengingat sudah 46 hari bus jurusan Medan-Banda Aceh berhenti beroperasi, menyusul pemberlakuan Darurat Militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Untuk sementara waktu, pengalihan trayek bus jurusan Medan-Banda Aceh menuju Pekanbaru, Padang, Palembang, dan Jakarta ini dilakukan hingga situasi di Aceh kembali normal. Mereka mengaku khawatir dengan kemungkinan terjadinya gangguan di jalan raya, terutama terhadap aksi-aksi pembakaran dan penjarahan. Bahkan, memasuki hari ke-46 pemberlakuan darurat militer di Aceh, bus dari Medan menuju Aceh tidak lagi melayani para penumpang.
Selama ini, bus-bus tersebut berada di poll, sementara para awaknya menganggur. Demikian juga loket penjualan tiket di Terminal Terpadu Pinang Baris dan terminal pembantu ditutup tanpa kegiatan.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)
Untuk sementara waktu, pengalihan trayek bus jurusan Medan-Banda Aceh menuju Pekanbaru, Padang, Palembang, dan Jakarta ini dilakukan hingga situasi di Aceh kembali normal. Mereka mengaku khawatir dengan kemungkinan terjadinya gangguan di jalan raya, terutama terhadap aksi-aksi pembakaran dan penjarahan. Bahkan, memasuki hari ke-46 pemberlakuan darurat militer di Aceh, bus dari Medan menuju Aceh tidak lagi melayani para penumpang.
Selama ini, bus-bus tersebut berada di poll, sementara para awaknya menganggur. Demikian juga loket penjualan tiket di Terminal Terpadu Pinang Baris dan terminal pembantu ditutup tanpa kegiatan.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)