Liputan6.com, Jakarta: Teater Koma pimpinan Nano Riantiarno kembali mementaskan Opera Kecoa di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (4/7). Pementasan yang di antaranya didukung aktris Ria Irawan dan "Raja" Monolog Butet Kartaredjasa ini sekaligus melengkapi pentas Teater Koma yang ke-100 hingga 2003 ini.
Opera Kecoa yang pertama kali dipentaskan di Taman Ismail Marzuki pada 1985 ini berkisah tentang para pekerja seks komersial, waria, dan bandit-bandit kelas teri. Dalam sejumlah adegan juga diselipkan sejumlah kritik kepada pemerintah di antaranya tentang "kesuksesan" seorang pemimpin yang mencari utang ke luar negeri. Utang tersebut diakui sang pemimpin untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Kritikan tajam tersebut membuat penguasa Orde Baru kala itu gerah dan akhirnya melarang pementasan Opera Kecoa.
Dalam pementasan kali ini, tokoh pekerja seks, Tumiah, diperankan Ria Irawan dengan mucikari Ratna Riantiarno. Sedangkan Butet memerankan tokoh pejabat. Opera Kecoa akan dipentaskan hingga 19 Juli mendatang.(YYT/Retno Pinasti dan Agung Nugroho)
Opera Kecoa yang pertama kali dipentaskan di Taman Ismail Marzuki pada 1985 ini berkisah tentang para pekerja seks komersial, waria, dan bandit-bandit kelas teri. Dalam sejumlah adegan juga diselipkan sejumlah kritik kepada pemerintah di antaranya tentang "kesuksesan" seorang pemimpin yang mencari utang ke luar negeri. Utang tersebut diakui sang pemimpin untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Kritikan tajam tersebut membuat penguasa Orde Baru kala itu gerah dan akhirnya melarang pementasan Opera Kecoa.
Dalam pementasan kali ini, tokoh pekerja seks, Tumiah, diperankan Ria Irawan dengan mucikari Ratna Riantiarno. Sedangkan Butet memerankan tokoh pejabat. Opera Kecoa akan dipentaskan hingga 19 Juli mendatang.(YYT/Retno Pinasti dan Agung Nugroho)