Mengenal Haenyeo, Penyelam Wanita Tangguh yang Dijuluki Mermaid dari Korea

Profesi haenyeo beberapa kali diangkat dalam sinema Korea Selatan, baik film maupun drakor.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 06 November 2024, 09:00 WIB
Kim Mi Kyung menjadi haenyeo dalam drakor Welcome to Samdal-ri. (Instagram/ kim_mee_kyung)

Liputan6.com, Jakarta Ada beragam profesi unik yang pernah diangkat dalam drakor—termasuk yang merupakan kekhasan dari Negeri Ginseng ini: haenyeo. Aktris Kim Mi Kyung berperan sebagai sebagai salah satu tetua tim haenyeo dalam drakor Welcome to Samdal-ri. Han Ji Min tampil dalam karakter serupa dalam Our Blues.

Kabar terbaru, diwartakan The Korea Times Song Ji Hyo juga akan tampil dalam serial dokumenter Deep Dive Korea: Song Ji-hyo’s Haenyeo Adventure. Di sini, sang aktris menantang dirinya dalam menjalani pelatihan sebagai penyelam wanita ini.

Haenyeo sendiri memiliki makna harfiah "wanita laut". Mereka beraksi dengan “seragam” khas mereka yakni baju selam, goggle, celana katak, juga jaring dan alat pelampung. Mayoritas haenyeo berada di Pulau Jeju, dan sebagian kecil di ujung selatan semenanjung Korea.

Dilansir dari berbagai sumber, para hanyeo menyelam secara berkelompok secara free dive—tanpa tabung oksigen—hingga kedalaman mencapai 10 meter, bahkan lebih. Sebelum nyemplung, mereka mengucap doa kepada Jamsugut—dewi laut—untuk mendapatkan keselamatan sekaligus tangkapan yang melimpah.

Di bawah air, haenyeo mengumpulkan timun laut,  abalone, bulu babi, atau rumput laut. Setelah satu hingga dua menit berada di bawah air, mereka naik ke atas permukaan dengan teknik pernapasan yang mengeluarkan suara mirip siulan—disebut sumbisori.

Dilansir dari publikasi UNESCO, kegiatan “memanen” hasil laut ini, bisa berlangsung selama tujuh jam. Dengan keahlian bermanuver di bawah laut, membuat para haenyeo kerap dijuluki putri duyung alias mermaid dari Korea.

 


Haenyeo Masa Lalu

Hanyeo di Pulau Jeju, foto tahun 1955. (AP Photo/SIL)

Dilansir dari situs Visit Jeju, catatan tertulis pertama tentang para penyelam haenyeo di Jeju berasal dari tahun 1629 dan mereka disebut sebagai jamnyeo.

Sebelum pakaian selam modern atau wetsuit gampang diperoleh seperti sekarang, para haenyeo mengenakan pakaian dari katun yang dinamakan mulsojungi.

“Sebelum ada pakaian yang terbuat dari karet, hanya ini yang kami kenakan. (Mulsojungi) sangat tipis sehingga bahkan di musim panas pun kami hanya bisa bertahan di dalam air selama satu atau dua jam,” kata Kang Doo Gyo, wanita yang menjadi haenyeo dari usia 15 hingga 90-an, kepada Chosun pada Mei 2024 lalu.

Lanjut Baca:

Sementara untuk pelampung, para haenyeo menggunakan labu yang dikeringkan dan dilapisi dengan tar. “Ada labunya menabrak batu dan pecah. Itu situasi yang membahayakan jiwa. Kami juga pernah tertusuk bulu babi dan makhluk berduri lainnya. Kami biasa menyiramkan air seni ke tempat kami tertusuk, dan hebatnya, duri-duri itu akan keluar dengan sendirinya keesokan harinya,” Kang Doo Gyo menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya