Liputan6.com, Jakarta - Nico Williams mengaku tidak memikirkan masa depan di tengah spekulasi terkait masa depannya bersama Athletic Bilbao. Dia menegaskan akan fokus membantu klub meraih prestasi terbaik musim ini.
Kepindahan Williams ke Barcelona tampak hampir pasti terjadi pada jendela transfer 2025. Klub Catalan itu itu dilaporkan siap mengaktifkan klausul pelepasan senilai 47 juta poundsterling dalam kontraknya.
Advertisement
Namun, Williams memutuskan untuk bertahan di Athletic, didorong keinginan membela klub di kompetisi Eropa musim ini. Sang kakak sekaligus rekan setim di Athletic, Inaki Williams baru-baru ini menegaskan bahwa pemain timnas Spanyol itu tidak menyesali keputusannya.
Namun, masa depan pemain berusia 22 tahun ini masih menjadi bahan perbincangan. Barcelona diperkirakan akan kembali mengejar tanda tangannya musim panas mendatang, sementara klub-klub Liga Premier seperti Manchester United, Arsenal, dan Liverpool juga dikabarkan tertarik.
Williams menegakan bahwa keputusan apapun terkait masa depannya harus menunggu. Saat ini, ia hanya fokus pada musim 2024/2025 dan berambisi membawa Los Leones ke final Liga Europa 2025 yang berlangsung di markas klub yakni San Mames. Meski begitu, dia mengisyaratkan skenario pindah pada jendela transfer musim panas mendatang masih terbuka.
"Saat ini, saya tidak memusingkan hal itu," ungkap Williams kepada El Mundo. "Para pendukung sangat gembira saya masih di sini, dan saya pun merasa bahagia. Bilbao adalah kampung halaman saya, saya ingin terus menikmati momen ini, dan sejujurnya, saya sangat bersyukur."
"Saya selalu memiliki visi yang jelas, dan saya rasa orang-orang dapat melihatnya. Saya yakin keputusan saya tepat. Fokus saya kini adalah mengangkat Athletic ke puncak prestasi, baik di Spanyol maupun Eropa. Prospek final di San Mames sungguh menggairahkan kami. Itulah satu-satunya hal yang menjadi prioritas saat ini," sambungnya.
Sempat Dicemooh Pendukung Barcelona
Williams juga mengaku terperangah saat mendapat cemoohan dari sebagian pendukung Barcelona di awal musim ini, ketika dia memutuskan setia pada Athletic.
"Saya terkejut, jujur saja. Namun saya tidak terlalu ambil pusing. Ketika Anda bermain di kandang lawan, wajar jika ada yang bersiul. Kali ini memang lebih personal," tambahnya. "Tapi bukan masalah besar. Saya pikir itu juga bisa menjadi hiburan selama tidak melewati batas. Disoraki adalah bagian dari sepak bola, dan saya menerimanya dengan lapang dada."