Kekejaman GAM terhadap Rakyat Makin Terkuak

Penduduk Desa Panji Mulya I, Aceh Tengah, bernama Ama mengaku ditembak di kaki ketika anggota GAM menyerbu desanya. Enam keluarga dekat Hidayanti raib diduga diculik ketika berangkat ke kebun.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Juni 2003, 20:26 WIB
Liputan6.com, Aceh Tengah: Ama berjalan tertatih-tatih ditopang sebuah kruk. Kaki kiri perempuan tua itu tak bertelapak. Mulai dari pangkal mata kaki buntung akibat ditembus timah panas. Ama saat ditemui reporter SCTV, baru-baru ini, mengaku kakinya ditembak anggota Gerakan Aceh Merdeka pada 2001. Ketika itu, Desa Panji Mulya I, Aceh Tengah--tempat ia bermukim--diserbu GAM. Bahkan, suami dan cucunya tewas akibat kekejaman GAM. Kini hidup Ama nestapa. Dia masih perlu perawatan lebih lanjut dengan biaya Rp 300 ribu per bulan.

Hidayanti bernasib sama. Sebagian besar anggota keluarganya raib entah ke mana. Beredar kabar, mereka dibunuh GAM di suatu tempat. "Suami saya dan lima adik saya hilang," kata Hidayanti, ketika ditemui di rumahnya di Desa Kem. Ironisnya, hingga kini, perempuan berambut pendek itu tidak mengetahui kejadian sebenarnya yang menimpa keluarganya. "Saya cuma tahu mereka pergi ke kebun dan nggak balik lagi sampai sekarang," kenang dia, lirih.

Kisah Ama dan Hidayanti adalah sebagian kecil dari bukti kekejaman GAM. Dua hari silam, TNI menemukan dua kuburan massal rakyat sipil di Desa Kem, menyusul laporan warga. Kuburan pertama ditemukan sekitar 100 meter dari jalan utama di Desa Kem. Dalam kuburan itu ditemukan tengkorak dari sekitar 18 orang. Sedangkan pada kuburan kedua ditemukan tulang belulang dari sekitar delapan orang [baca: TNI Menemukan Kuburan Massal Keganasan GAM].

Untuk menempuh kuburan kedua anggota TNI harus menempuh perbukitan, tanaman kopi, dan rawa-rawa yang cukup dalam. Dugaan bahwa kuburan massal tersebut berisi korban GAM berawal dari keterangan warga setempat yang mengaku pernah melihat sejumlah orang dianiaya oleh anggota kelompok separatis itu [baca: Warga Desa Kem: GAM Membantai Transmigran].(KEN/Esther Mulyani)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya