Pria berusia 40 tahun itu sempat dibawa Rumah Sakit Pondok Indah, namun ustad yang kerap berdakwah dengan kemasan bahasa anak muda itu akhirnya mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.00 WIB. Sejak subuh hingga Jumat pagi, ribuan orang pun memadati kediaman Uje di Perumahan Bukit Mas Narmada 3, Bintaro, Rempoa, Tangerang, Banten.
Para pelayat kemudian berkonvoi mengantarkan jenazah Uje untuk disalatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Selepas salat Jumat atau siang ini, pesinetron yang kemudian menjadi pendakwah itu dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Gema takbir, tahlil, dan salawat pun turut mengiringi jenazah Uje ke peristirahatan terakhir. Mereka semua merasa kehilangan sang ustad.
Perjalanan hidup Jefri al Buchori memang sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa dialami Uje hingga menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan.
Jeffry Al Buchori dilahirkan pada 12 April 1973 di Jakarta. Uje anak ketiga dari lima bersaudara pasangan almarhum Haji Ismail Moda dan Hajah Tatu Mulyana. Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya--Red.) asli Ambon, sedangkan Umi (demikian sang ibunda dipanggil) berasal dari Banten. Apih mendidik Uje dan empat saudaranya itu dengan sangat keras, terutama dalam hal agama.
Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuat Uje menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas lima sekolah dasar, Uje pernah ikut kejuaraan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, Uje suka sekali tampil di depan orang banyak. Uje pun terbila