William Nessen Masih Diperiksa Intensif

Setelah menyerahkan diri kepada TNI, William Nessen masih diperiksa intensif di Polda Aceh. Nessen diperiksa tanpa didampingi seorang pun. Atase Pertahanan Kedubes AS cuma menunggu di luar.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Juni 2003, 05:53 WIB
Liputan6.com, Banda Aceh: Wartawan Amerika Serikat William Nessen masih diperiksa secara intensif di sebuah ruangan di Direktorat Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (24/6) malam. Pemeriksaan selama 24 jam ini terutama untuk mengetahui aktivitas Nessen selama bersama kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Namun, Nessen diperiksa polisi tanpa didampingi seorang pun. Atase Pertahanan Kedutaan Besar AS Kolonel Joseph Judge cuma menunggu di luar. Sejauh ini belum ada keterangan resmi perihal status Nessen [baca: Nessen Diterbangkan ke Banda Aceh].

Nessen dibawa ke Mapolda Nanggroe Aceh Darussalam sesaat setelah tiba di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelumnya Nessen dijemput dari Desa Paya Dua, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara oleh Panglima Komando Operasi TNI Brigadir Jenderal Bambang Darmono, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, dan Atase Pertahanan Kedutaan Besar AS Kolonel Joseph Judge. Mereka datang setelah Nessen menelepon dan mengaku menyerah sekaligus minta dijemput di sana [baca: William Nessen Menyerahkan Diri].

Wartawan AS ini kemudian dibawa ke Markas Koops TNI di Lhokseumawe. Di sana, Nessen sempat diperiksa Panglima Koops TNI Brigjen Bambang Darmono dari pukul 11.00 WIB hingga sekitar jam 15.00 WIB. Nessen juga menjalani pemeriksaan kesehatan karena dia mengaku sempat menderita malaria.

Di Kualapeudawa, Aceh Timur, personel TNI menangkap empat warga asing. Mereka--dua di antaranya asal Myanmar, seorang warga Malaysia, dan seorang lagi warga Thailand--ditangkap di sebuah crawl atau sejenis kapal nelayan. Sesaat ketika hendak ditangkap, seorang warga Myanmar nekat meloncat dari kapal. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa saat setelah personel TNI terlibat baku tembak dengan anggota GAM di kawasan tersebut.

Sejauh ini, keempat warga asing itu masih diperiksa secara intensif oleh pasukan TNI di Kualapeudawa. Pemeriksaan dimaksudkan buat mengetahui terlibat tidaknya mereka dengan GAM. TNI juga menyelidiki kapal nelayan yang diketahui milik seorang warga Negeri Jiran. Di Kualapeudawa, anggota TNI juga pernah menemukan sebuah kapal kosong pada 17 Juni silam.(SID/TIm Liputan6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya