William Nessen Menyerahkan Diri

Wartawan lepas itu dijemput Pangkoops TNI Brigjen Bambang Darmono dan Atase Pertahanan AS di Desa Paya Dua, Nissam, Aceh Utara. Selanjutnya dia dibawa ke Polda Aceh untuk dimintai keterangan.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Juni 2003, 14:15 WIB
Liputan6.com, Aceh Utara: Setelah melewati sembilan hari batas jaminan keamanan yang ditetapkan, wartawan Amerika Serikat William Nessen menyerahkan diri di sebuah jalan di Desa Paya Dua, Kecamatan, Nissam, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/6) pukul 10.29 WIB. Nessen dijemput Panglima Komando Operasi TNI Brigadir Jenderal Bambang Darmono dan Atase Pertahanan (Athan) Kedutaan Besar AS Kolonel Joseph Judge serta disaksikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin. "You are my friend, don`t worry [Kamu teman saya, jangan khawatir]," kata Pangkoops yang menyapa Nessen sambil menepuk-nepuk pundak dan merangkulnya.

Saat menyerahkan diri, Nessen mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak hijau muda, rompi coklat, celana panjang abu-abu, sarung kotak-kotak merah hijau yang dikalungkan di leher, dan topi. Dia kemudian menanyakan keberadaan Athan AS. Setelah bertemu dengan Joseph Daves, pria asing yang menikahi wanita Aceh ini menumpang panser TNI untuk dibawa ke Markas Komando Operasi TNI di Lhokseumawe.

Laporan reporter SCTV Esther Mulyani dan Agus Kusnohadi menuturkan, kronologis penyerahan wartawan lepas tersebut. Pukul 06.00 WIB, Nessen tiba di sebuah sawah di Desa Paya II dan bertemu dengan serombongan ibu-ibu. Jurnalis yang dikenal mempunyai akses dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini meminta mereka melindungi dirinya.

Kontributor untuk The Boston Globe, The Sydney Morning Herald, dan koran Inggris The Independent ini mengatakan, ingin pulang tapi tak mengetahui jalan. Pukul 08.30 WIB, Nessen menelepon Pangkoops TNI di rumah seorang warga, Ibu Lela, untuk dijemput. Dua jam kemudian, Pangkoops datang. Siang nanti, Nessen akan dibawa ke Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam untuk diinterogasi.

Pekan silam, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letnan Jenderal TNI Sudi Silalahi mengatakan, pemerintah AS tak keberatan jika Nessen diinterogasi seputar keberadaannya bersama anggota GAM. Nessen juga akan diminta klarifikasi mengenai kedekatannya dengan Irwandi, aktor propaganda GAM yang tertangkap. Dia adalah teman dekat Irwandi yang ditangkap akhir Mei silam di sebuah rumah di Jalan Otista III Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Diketahui, Nessen menempati rumah itu bersama Irwandi [baca: AS Tak Keberatan Nessen Diinterogasi].

Posisi terakhir Nessen diketahui di Alue Papeuen, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Sebelumnya, Pangkoops mengatakan bila setelah tanggal 14 Juni Nessen tidak melaporkan diri, jangan menyalahkan TNI bila menyerbu tempat-tempat kedudukan GAM dan Nessen menjadi korban [baca: Batas Jaminan Keamanan untuk Nessen Berakhir].

Sementara itu, menyusul tertembaknya Kepala Kepolisian Sektor Blang Mangat Ajun Inspektur Polisi Satu Darsiman di daerah Kandang, Muara Dua, Aceh Utara, aparat TNI-Polri secara intensif menyisir tempat tersebut. Dalam penyisiran itu, sempat terjadi kontak tembak antara anggota GAM dan aparat keamanan.

Penembakan itu terjadi kemarin siang. Saat itu Aiptu Darsiman sedang mengendarai sepeda motor untuk menghadiri undangan koordinasi dengan anggotanya. Korban ditembak dari belakang hingga tewas. Setelah peristiwa itu, aparat keamanan mencari jejak anggota gerakan separatis yang diduga pelaku penembakan. Pagi tadi, jenazah Aiptu Darisman dimakamkan Desa Karanrejo dengan penghormatan militer. Almarhum bergabung dengan kepolisian sejak 1975. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak.(COK/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya